Rektor Unila akan Perjuangkan Siswa SMA di Lampung Lolos SNMPTN

  • Bagikan

Bandarlampung, teraslampungcom–Rektor Unila Prof. Dr. Ir. Sugeng P. Harianto siap memerjuangkan siswa SMA/SMK/MA/MAK di Lampung bisa lulus Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) tahun 2014. Hal itu diungkapkannya Sugeng saat sosialisasi SNMPTN 2014 kepada seluruh perwakilan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) se-Provinsi Lampung, Selasa (21/1).

Sugeng mengatakan meskipun seleksi penerimaan mahasiswa baru secara nasional, namun setiap rektor Perguruan Tinggi Negeri (PTN), termasuk dirinya yang merupakan putra daerah Lampung, sudah tentu akan memperjuangkan siswa asal wilayahnya.

“Saya akan perjuangkan anak-anak kita masuk PTN. Tidak hanya di Unila, tapi juga di PTN lain,” ujarnya.

Dalam sosialisasi yang digelar di Gedung Rektorat Lantai IV ini dirinya berharap, 90 persen siswa SMA/SMK/MA/MAK di Lampung berhasil lulus SNMPTN tahun 2014. Sugeng yang juga Dosen Jurusan Manajemen Hutan ini berjanji akan memprioritaskan putra-putri asal Sai Bumi Ruwa Jurai untuk bisa masuk ke perguruan tinggi yang dipimpinnya.

Untuk itu, pihaknya meminta para kepala sekolah untuk bekerja sama dalam proses pendaftaran. Jangan sampai menimbulkan masalah apalagi berupaya merekayasa nilai siswa di sekolah masing-masing. Pasalnya, tindakan tersebut tidak hanya merusak citra sekolah dan nama baik kepala sekolah tapi juga rektor di wilayah tersebut.

“Tapi kalau sudah diterima di PTN, ya jangan sampai tidak daftar ulang. Karena mengganggu kuota penerimaan calon mahasiswa baru. Jika kuota tidak terpenuhi maka akan mengganggu RAPBN yang sudah direncanakan,” kata dia.

Dalam memperjuangkan siswa SMA/SMK/MA/MAK di Lampung untuk kuliah di perguruan tinggi, Guru Besar Fakultas Pertanian ini memastikan Unila tetap akan membuka jalur Penerimaan Mahasiswa Perluasan Akses Pendidikan (PMPAP) bagi siswa yang kurang mampu. Hal ini hanya dikhususkan bagi calon mahasiswa asal Lampung.

Oleh karena itu, ia mengimbau seluruh calon mahasiswa baru yang kurang mampu secara ekonomi agar menggunakan jalur PMPAP ketimbang SNMPTN.

Strategi lain, Rektor juga meminta kepala sekolah untuk mengarahkan siswanya agar memilih program studi (prodi) secara bijak. Terkadang, katanya, siswa tidak lulus SNMPTN bukan karena ketidakmampuan secara akademik. Akan tetapi tidak cermat dalam memilih prodi.

Sugeng berharap siswa-siswi SMA/SMK/MA/MAK jangan memilih program studi hanya atas dasar kemauan. Akan tetapi pertimbangkan pula tingkat persaingannya. Jika semua mengarah ke Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan atau Fakultas Kedokteran yang tingkat persaingannya tinggi, maka peluang diterimanya pun relatif lebih kecil.

Sumber: unila.ac.id

  • Bagikan