Beranda News Pusiban Rel Ganda Segera Dibangun di Jalur Tanjungkarang – Rejosari Natar

Rel Ganda Segera Dibangun di Jalur Tanjungkarang – Rejosari Natar

1338
BERBAGI
Pertemuan pejabat teras PT KAI dengan pejabt teras Pemprov Lampung di Kantor Gubernur Lampung, Kamis (6/4/2017).
Pertemuan pejabat teras PT KAI dengan pejabt teras Pemprov Lampung di Kantor Gubernur Lampung, Kamis (6/4/2017).

TERASLAMPUNG.COM  — Pemprov Lampung dan PT Kereta Api Indonesia (KAI) akan segera membangun rel ganda (double-track railway) di ruas Stasiun Tanjungkarang – Stasiun Rejosari untuk memisahkan kereta penumpang dan kereta barang.

“Kereta barang, seperti kereta pengangkut batu bara kiranya memiliki jalur khusus di luar lintasan kota Bandar Lampung. Dengan demikian, kepentingan industri sebagai pengerak roda ekonomi Provinsi Lampung tetap berjalan dengan baik dan tidak mengganggu kepentingan umum lainnya,” kata Gubernur Ridho Ficardo, saat menerima kunjungan Tim  PT KAI yang dipimpin oleh Direktur Komersial Muhammad Kuncoro Wibowo dan Direktur OperasiSlamet Suseno, di Ruang Kerja Gubernur, Kamis (6/04/2017).

Selain double-track railway, Pemerintah Provinsi dan PT. KAI juga sedang mengkaji dan menyusun DED mengenai Elevated Track/ Jalur Kereta dengan lintasan ketinggian.

Menurut Ridho, double track railway nantinya terhubung dari Stasiun Tanjungkarang ke Stasiun Rejosari, Natar sehingga bisa dimanfaatkan oleh para mahasiswa yang berjampus di sekitar kawasan Gedongmedeng-Labuhanratu, Bandarlampung.

“Warga yang akan melakukan penerbangan lewat Bandara Radin Intan II juga bisa memanfaatkannya. Jadi Lampung setidaknya ke depan seperti Kualanamu International Airport Medan. Yaitu adanya jalan tol dilengkapi dengan jalur kereta api yang terhubung dengan bandara serta pelabuhan laut. Perkembangan dan pertumbuhan ekonomi akan semakin cepat, dengan lancarnya jalur transportasi darat, laut udara,” ujar Gubernur.

Direktur Operasi PT KAI Pusat, Slamet Suseno, menyampaikan perlunya dukungan dari pemerintah daerah sebagai perpanjangan tangan Pemerintah Pusat terhadap beberapa rencana pembangunan jalur kereta api di Provinsi Lampung.

“PT KAI sependapat dengan Gubernur Lampung perlunya pemisahan jalur kereta barang dan kereta penumpang. Jika hal tersebut terwujud maka semua mode transportasi akan terhubung menuju Bandara Raden Intan II, Pelabuhan Laut Panjang dan Tarahan dan pelabuhan kering/darat (dry port). Saat ini PT KAI sedang menyusun  Detail Engineering Design (DED) pembangunan dry port di Tanjung Raja Kabupaten Way Kanan,” terangnya.

Direktur Komersial PT. KAI Pusat Muhammad Kuncoro Wibowo PT. KAI akan mengirimkan rail clinic (kereta kesehatan) untuk Provinsi Lampung diakhir bulan April 2017 guna membantu masyarakat mendapatkan layanan kesehatan di seputaran jalur kereta api.

“PT. KAI juga akan membantu satu unit Kendaraan Operasional melalui Program CSR,” tambahnya.

Selain tentang jalur kereta api, pada pertemuan tersebut Gubernur Ridho juga memaparkan prioritas pembangunan jalur transportasi Lampung juga yang disampaikan di hadapan Presiden dengan Kabinet Kerja beberapa waktu lalu.

“Dalam audiensi Pak Gubernur juga menyampaikan beberapa proyek strategis dan program prioritas pembangunan di Provinsi Lampung. Seperti revitalisasi Bandara Raden Inten II, embarkasi haji serta Pembangunan Bandara Pekon Serai untuk mendukung pengembangan kawasan Pantai Barat Lampung,” terangnya.

Selain pejabat teras PT KAI, hadir dalam pertemuan itu antara lain Kadis Perhubungan Provinsi Lampung, Evp PT KAI Divre IV Tanjungkarang Suryawan Putra, Deputy EVP PT KAI Divre IV Tanjungkarang Asdo, Adviser Aset PT.KAI James umboh, Senior Manager (SM) Aset Divre PT KAI Divre IV Tanjung Karang Mayanto, Manager SDM Saridesiana, Manajer Humas Pranoto, Manager Komersiall Waroso, Manager Keuangan Erwin, Direktorat Pengamanan Objek Vital Ditpamobvit Polda Lampung dan Perwira Pembina Polisi Kereta Api Kompol Prasetyo.

Loading...