Beranda News Internasional Remaja Penimpuk Kepala Senator dengan Telur Sumbangkan Dana bagi Korban Penembakan di...

Remaja Penimpuk Kepala Senator dengan Telur Sumbangkan Dana bagi Korban Penembakan di Masjid Christchurch

5074
BERBAGI
Will Connolly.[Daily Mail]

TERASLAMPUNG.COM — Will Connolly, remaja 17 tahun yang menimpuk kepala Senator Australia Fraser Anning dengan telur, akan menyerahkan uang sebesar $ 57.000 atau lebih dari Rp575 juta untuk keluarga korban penembakan di dua masjid di Kota Christchurch, Selandia Baru.

Uang sebanyak itu adalah hasil sumbangan para simpatisan yang awalnya dimaksudkan untuk membantu Connolly membayar pengacara terkait proses hukum yang dihadapinya usai ia menimpuk kepala senator dengan telur.

Peter Gordon, pengacara terkenal Australia yang bertindak untuk pro bono alias grartis bagi Will Connoly, Connoly  tidak akan mengajukan tuntutan terhadap senator sayap kanan itu karena telah memukulnya sebanyak dua kali di kepala, atau terhadap para saksi mata yang merobohkannya ke lantai dan mencekiknya.

Menurut Gordon, semua sumbangan yang dikumpulkan melalui halaman penggalangan dana yang disiapkan untuk menutup biaya hukum remaja itu akan diberikan kepada para korban serangan teror Christchurch dalam waktu dekat ini.

Halaman tersebut mengumpulkan lebih dari $ 57.000 atau lebih dari Rp575 juta pada pukul 14:30 waktu setempat.

“[Dia] berkomitmen bahwa setiap sen dari uang yang dikumpulkan dari halaman GoFundMe akan digunakan untuk mendukung para korban tragedi di Christchurch,” kata Gordon, Selasa, 19 Maret 2019.

Peter Gordon mengatakan remaja itu bekerja sama dengan polisi dan akan memberikan keterangan dengan petugas hari ini.

Polisi sedang menyelidiki insiden – yang terjadi pada hari Sabtu (16/3/2019) di sebuah pertemuan politik di Moorabbin, di tenggara Melbourne – “secara menyeluruh”, termasuk tindakan remaja itu, Senator Anning dan lainnya.

Tetapi Peter Gordon mengatakan kliennya tidak ingin mengambil tindakan apa pun terhadap senator atau pendukungnya.

“Dia menyadari sepenuhnya posisi dirinya dan dia tidak punya rencana untuk mengajukan tuntunan atau mengambil tindakan apa pun yang bersifat hukum,” katanya.

‘Polisi luar biasa’

Peter Gordon mengatakan remaja itu ingin berterima kasih kepada Polisi Victoria atas penanganan mereka atas masalah ini, termasuk tanggapan mereka terhadap insiden pada hari Sabtu (16/3/2019) dan dukungan yang telah mereka berikan kepadanya dan keluarganya sejak saat itu.

“Mengutip ucapannya, polisi telah bersikap luar biasa,” kata Gordon.

Gordon tidak mengungkapkan apakah kliennya telah menerima ancaman sejak insiden itu, tetapi berterima kasih kepada polisi dan sekolahnya atas upaya mereka untuk membuatnya tetap aman.

“Seperti yang dapat Anda bayangkan, beberapa hari terakhir sangat sulit bagi [dia] dan keluarganya,” katanya.

Dia mengatakan remaja itu telah “kewalahan” menerima pesan-pesan dukungan dari seluruh Australia dan di seluruh dunia, yang mayoritasnya menyatakan “dukungan dan cinta”.

Dia mengatakan sementara remaja dan keluarganya mungkin ingin menceritakan kisah mereka di masa depan, untuk saat ini mereka meminta media untuk menghormati privasi mereka.

Gordon mengatakan sejumlah akun media sosial yang telah muncul dalam beberapa hari terakhir atas nama kliennya tidak dioperasikan oleh kliennya, yang katanya belum akan mengunggah apapun di media sosial dalam waktu dekat.

ABC News

Loading...