Beranda Hukum Kriminal Rencana Razia Tempat Hiburan Malam Bocor, Petugas BNN Gagal Temukan Target

Rencana Razia Tempat Hiburan Malam Bocor, Petugas BNN Gagal Temukan Target

1129
BERBAGI
Beberapa wanita yang terjaring operasi BNN di Bandarlampung, Minggu dini hari (31/8).

Zaenal Asikin/Teraslampung.com

BANDAR LAMPUNG – Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Lampung menggelar razia di beberapa tempat hiburan malam yang disinyalir dijadikan tempat peredaran narkoba di Pringsewu dan Bandarlampung, Sabtu malam (30/8). Sekitar 50 personel bersenjata lengkap tidak ‘mendapatkan hasil’ karena rencana razia itu diduga sudah bocor. Ketika petugas datang, banyak tempat hiburan sudah tutup.

Kasi Intelejen BNN Provinsi Lampung, Deprison, mengatakan, razia pertama dilakukan di Kabupaten Pringsewu. Enam tempat hiburan malam yang disinyalir kerap dijadikan peredaran narkoba didatangi petugas.

“Di enam lokasi itu kami tidak menemukan target. Rata-rata tempat hiburan yang dirazia banyak yang sudah tutup,”kata Deprison saat ditemui di ruangannya usai gelar razia, Minggu (31/8) dini hari.

Petugas kemudian meluncur ke Telukbetung Selatan, Bandarlampung,  sekitar pukul 01.30 WIB hingga pukul 04.00 WIB. Tempat-tempat hiburan malam yang dirazia antara lain Tanaka, Golden Dragon, New Dwipa, dan Citra KTV.

Seluruh pengunjung dan para wanita pemandu lagu di lokasi tempat hiburan malam tersebut dites urine. Di tempat hiburan malam Citra KTV, petugas menemukan  empat orang wanita pemandu lagu saat dilakukan tes urine diduga menggunakan zat narkoba. Di Tanaka, petugas juga  mendapati salah seorang pengunjung laki-laki diduga juga menggunakan narkoba.

“Kelima orang yang diamankan, YDA (20) warga Pematang Pasir, Lampung Selatan;IPB (24) warga Kampung Baru, Panjang, Bandarlampung. Sementara dua wanita lain yang terjaring, Al (20) dan Sf (22) dan BC (25),warga Lumajang Jawa Timur,” katanya.

Menurut Deprison, ketika dites urine ulang menggunakan alat One Step Rapit Testkit, ternyata mereka tidak terbukti menggunakan narkoba. “Mereka akhirnya kami lepaskan,” kata dia.

Loading...