Residivis Ini Bangun Rumah dari Hasil Bobol Tujuh Dealer

  • Bagikan

Zainal Asikin|Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Di hadapan petugas Polsekta Tanjungkarang Timur dan awak media, Kamis (17/11/2016), tersangka Sugeng mengaku dirinya sudah tujuh kali membobol Dealer motor di Bandarlampung. Hasilnya ia gunakan untuk membangun rumah.

Sugeng mengaku dalam melakukan aksinya ia tidak memantau sasarannya lebih dulu layaknya pencuri atau pelaku perampokan. Ia akan membobol dealer saat mendapati sasarannya sepi dan memungkinkan untuk beraksi.

“Saya mencuri bersama tiga teman saya HG, AN dan UT (DPO). Kalau mau beraksi, ya langsung saja menuju ke sasaran Dealer motor. Dari dalam Dealer itu, saya mencuri motor, uang, laptop dan barang lainnya,”kata Sugeng, Kamis (17/11/2016).

Dikatakannya, dari tujuh Dealer motor yang dibobolnya, ada tiga unit motor yang sudah berhasil dicurinya bersama ketiga rekannya. Selain motor, ia juga mengasak uang senilai Rp 70 juta. Lalu Sugeng meminta Parmin, untuk menjualkan motor-motor hasil curian.

“Uang dari hasil jual barang curian, di bagi rata saya dapat uangnya Rp 35 juta. Dari hasil membobol tujuh Dealer itu, uangnya saya gunakan bangun rumah panggung di Panjang,”ungkapnya.

Rumah panggung milik tersangka Sugeng yang dibuat di atas laut di daerah Panjang, saat ini disita polisi. Karena semua material rumah tersebut, dibeli dari uang hasil jual barang kejahatan.

Sementara tersangka Parmin mengaku, dirinya menerima motor-motor hasil curian dari temannya Sugeng, lalu ia menjual barang hasil curian tersebut kepada penadahnya di daerah Padang Ratu, Lampung Tengah dengan harga bervariasi.

“Kalau saya tidak ikut mencuri, saya cuma menerima motornya saja. Motor itu saya jual lagi ke teman saya di Padang Ratu,”ucapnya.

Diketahui, dua tersangka komplotan spesialis pembobol Dealer Motor, dibekuk Tim khusus antibandit (Tekab) 308 Polsekta Tanjungkarang Timur, pada Selasa (15/11/2016) lalu.
Kedua tersangka ditangkap di dua tempat berbeda, polisi menghadiahi kedunya dengan timah panas.

Kedua tersangka yang ditangkap tersebut adalah, Sugeng (34) warga Jalan Hayam Wuruk, Gg Noto Lk II, Kelurahan Kedamaian dan Parmin (39) warga Kampung Teluk Tuba Lk I, Kelurahan Karang Maritim, Panjang Kota.

Petugas menangkap kedua tersangka di lokasi berbeda, tersangka Sugeng ditangkap di Natar, Lampung Selatan. Selanjutnya, petugas menangkap tersangka Parmin di rumahnya di daerah Panjang. Selain kedua tersangka, ada tiga tersangka lain berinisial HG, AN dan UT. Ketiganya masih dalam pencarian petugas, dan ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO).

“Saat akan ditangkap, kedua tersangka melawan petugas sehingga diambil tindakan tegas melumpuhkan kaki kedua tersangka dengan timah panas,”ujar Edy, Kamis (17/11/2016).

Dari penangkapan kedua tersangka, petugas menyita barang bukti berupa satu unit sepeda motor Honda tanpa plat kendaraan milik tersangka, lalu sebilah pisau, tang pemotong, obeng, pahat kecil, palu, gembok, kamera CCTV, springbad, kulkas, televisi dan satu buah tab merk Samsung.

Tersangka Sugeng dan Parmin, sudah membobol tujuh Dealer motor di Kota Bandarlampung. Dari tujuh Dealer motor yang dibobol, di wilayah hukum Polsekta Tanjungkarang Timur ada tiga Dealer motor. Sementara lainnya di wilayah Sukarame, Telukbetung Selatan dan Panjang.

Para tersangka mencuri satu unit motor Honda Beat di Dealer Nabila Motor Sukarame, Dealer Yamaha Motor Pulau Karimun Sukarame dengan kerugian uang tunai Rp 17 juta, Dealer TVS Antasarai kerugian lima unit laptop dan TDM Antasari kerugian satu unit motor Sonic.

Kemudian, kata Edy, Dealer Metro Motor Antasari kerugian uang tunai Rp 85 juta dan uang asing senilai Rp 10 juta, TDM Pangeran Diponegoro kerugian satu unit motor Honda CBR, laptop dan ponsel dan Dealer Yamaha Yos Sudarso kerugian satu unit motor Yamaha R5 Sport.

  • Bagikan