Beranda Hukum Kriminal Residivis Ini Jual Sepeda Motor Curian ke Tukang Rongsok

Residivis Ini Jual Sepeda Motor Curian ke Tukang Rongsok

94
BERBAGI

Zainal Asikin/Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG – Data kepolisian menunjukkan, biasanya para pencuri sepeda motor menjual sepeda motor curiannya kepada seorang penadah dengan harga lumayan tinggi. Namun, Angga (28), residivis yang juga pencuri sepeda motor tetangganya, mengaku sepeda motor curian milik tetangganya dijualnya di tukang rongsok.

“Setelah sepeda motor milik tetangga saya curi, sepeda motor itu saya pereteli komponennya. Kemudian saya jual beberapa komponen itu ke tempat pengumpul barang trongsokan. Body sepeda motor itu saya jual perkilo seharga Rp 2.200,mesin dan rangkanya perkilonya saya jual seharga Rp 220 ribu. Uang dari hasil jual komponen motor curian, saya pakai untuk beli rokok dan kebutuhan sehari-hari,”ungkapnya di hadapan polisi dan awak media, Selasa (10/11).

Angga mengaku dirinya baru keluar dari penjara sekitar 1,5 bulan yang lalu terkait kasus pengroyokan. Sebelunya ia juga pernah merasakan pengabnya jeruji besi terkait kasus pencurian.

(Baca: Curi Sepeda Motor Tetangganya Sendiri, Residivis Kasus Curat dan Pengeroyokan Diringkus Polisi).

Tim Khusus Anti Bandit (Tekab) 308 Polsekta Tanjungkarang Barat, meringkus Angga (28) dirumahnya di Jalan Wan Abdurahman, Kelurahan Sumber Agung, Kecamatan Kemiling, Jumat (6/11/2015) lalu.

Angga ditangkap karena mencuri sepeda motor Yamaha Alfa milik tetangganya sendiri bernama Syamsudin (44).