Beranda Teras Berita Residivis Kasus Narkoba Dibekuk di Rumahnya

Residivis Kasus Narkoba Dibekuk di Rumahnya

179
BERBAGI
Tersangka Sumalang (Teraslampung.com)

Zainal
Asikin/
Teraslampung.com

BANDAR
LAMPUNG –
Satuan reserse narkoba Polresta Bandarlampung, menggrebek
sebuah rumah seorang pengedar narkoba di Jalan Raden Fatah, Kaliawi,
Tanjungkarang Pusat, Selasa (5/8) sekitar pukul 04.00 WIB. Di rumah
tersebut, polisi berhasil mengamankan tersangka, Sumalang (46) berikut
dengan barang bukti berupa, satu paket sedang sabu seberat 0,5 gram,
satu paket ganja, satu linting ganja, empat lembar plastik klip, lima
buah pirex dan satu unit timbangan digital.

“Tersangka
bersama barang bukti, kini diamankan di Mapolresta Bandarlampung untuk
dilakukan penyelidikan dan pengembangan lebih lanjut,” kata Kasat
narkoba Polresta Bandarlampung, Kompol Sunaryoto kepada wartawan, Selasa
(5/8).

Sunaryoto
menjelaskan, ditangkapnya tersangka Sumalang, bermula dari pengintaian
petugas dilapangan terhadap salah seorang DPO bandar narkoba berinisial
BD dan HR. Kedua tersangka tersebut, berhasil kabur pada saat dilakukan
pengrebekan oleh beberapa personil dari Polresta Bandarlampung
di jalan H. Agus Salim Gg Mangga Dua, Kaliawi beberapa waktu lalu.

Saat
petugas sedang melakukan pengintaian di lapangan, lanjut Sunaryoto,
petugas mendapat informasi dari masyarakat tentang keberadaan tersangka
lain bernama Sumalang.

“Tersangka merupakan seorang residivis
narkoba yang menjadi kaki tangan  DPO, BD
dan HR. Saat diintai di rumahnya,
tersangka Sumalang sedang mengkonsumsi sabu dan ganja dan petugas
langsung menyergapnya. Sumalang merupakan seorang tersangka yang memang
sudah menjadi target operasi kami, karena tersangka merupakan pengedar
narkoba,” jelas Sunaryoto.

Sementara
menurut pengakuan tersangka Sumalang, satu paket sabu-sabu seberat 0,5
gram dibeli dari Heri (DPO) seharga Rp600 ribu.Ganja itu dibeli dari tersangka
Budi (DPO) seharga Rp20 ribu.

“Rencananya
sau-sabu itu akan saya jual lagi, sementara ganja saya konsumsi sendiri,”kata
dia.

Sumalang sebelumnya pernah terlibat kasus yang
sama pada tahun 2011 lalu. Ia pernah mengedarkan narkoba dan tertangkap serta menjalani hukuman selama dua tahun kurungan dari
Lembaga Pemasyarakatan (LP) Way Hui, Bandarlampung. Pada tahun 2013 ia
bebas.

“Saya
nekat kembali menjalani bisnis tersebut, karena hasil kerja sebagai agen mobil, di wilayah Rajawali, Kelurahan
Kaliawi, tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga,” ujar pria yang
memiliki enam anak itu.
Tersangka akan dijerat dengan Pasal 112
sub Pasal 114 UU RI No.35 Tahun 2009, tentang Nakotika dengan ancaman hukuman
minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun penjara.

Loading...