Beranda Hukum Resmi Berstatus Tersangka, Mustafa Ditahan di Rutan KPK

Resmi Berstatus Tersangka, Mustafa Ditahan di Rutan KPK

382
BERBAGI
Bupati Lampung Tengah Mustafa mengenakan rompi oranya usai diperisa selama empat jam di Kantor KPK, Jumat dinihari. (Foto: detik.com)

Zainal Asikin | Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), secara resmi mengumumkan Bupati Lampung Tengah, Mustafa sebagai tersangka atas kasus pemberian suap, pada Jumat (16/2/2018). Sejak ditetapkan tersangka, KPK langsung menahan calon Gubernur Lampung 2018 tersebut selama 20 hari kedepan di Rutan KPK K4.

“Hari ini Jumat 16 Februari 2018, KPK meningkatkan status penanganan perkara ke penyidikan dengan menetapkan satu orang tersangka lagi sebagai pihak pemberi yakni MUS (Mustafa), Bupati Lampung Tengah periode 2015-2020,”kata juru bicara KPK, Febri Diansyah dalam keterangan resminya, Jumat (16/2/2018) sore.

KPK menduga, Bupati Mustafa memberikan arahan kepada Kepala Dinas (Kadis) Bina Marga Lampung Tengah, Taufik Rahman untuk memberikan suap senilai Rp 1 miliar kepada pimpinan dan anggota DPRD Lampung Tengah. Uang suap senilai Rp 900 juta, berasal dari pihak kontraktor proyek. Sedangkan suap senilai Rp 100 juta, bersumber dari dana taktis Dinas PUPR Lampung Tengah.

Mustafa disangka melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau Pasal 5 ayat 1 huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang No 31 tahun 1999, sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang No 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Menurut Febri, dengan penetapan Mustafa sebagai tersangka, KPK melakukan penanahan terhadap Mustafa selama 20 hari kedepan terhitung sejak hari ini, Jumat 16 Februari 2018.

“Terhitung hari ini, dilakukan penahanan terhadap MUS selama 20 hari pertama di Rutan cabang KPK di K4,”ungkapnya.

Dalam perkara tersebut, kata Febri, penyidik KPK menemukan bukti permulaan yang cukup tentang keterlibatan Mustafa dalam kasus pemberian suap kepada pimpinan dan anggota DPRD Lampung Tengah. Suap itu diberikan agar DPRD menyetujui rencana Pemkab Lampung Tengah, mengajukan pinjaman senilai Rp 300 miliar untuk pembangunan insfrastruktur kepada salah satu BUMN yakni PT Sarana Multi Insfrastruktur (PT.SMI).

Mustafa menjadi tersangka usai menjalani pemeriksaan sejak Kamis malam (15/2/2018) kemarin hingga hari ini. Pemeriksaan itu dilakukan, usai penyidik KPK menangkap Mustafa di kediamannya di Jalan Danau Singkarak, Kelurahan Surabaya, Kedaton, Bandarlampung, Kamis (15/2/2018) malam.

“Awalnya KPK menangkap ajudan Mustafa Kamis sore kemarin, lalu KPK berkoordinasi dengan Polda Lampung untuk menangkap Mustafa Kamis malam. Selanjutnya malam itu juga, Mustafa dibawa menuju ke gedung KPK di Jakarta untuk menjalani serangkaian pemeriksaan,”terangnya.

Penetapan Bupati Lampung Tengah, Mustafa yang juga sebagai calon Gubernur Lampung 2018 sebagai tersangka, bermula dari operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan komisi anti rasuah (KPK) pada tanggal 14-15 Februari 2018 di tiga lokasi berbeda, yakni Jakarta, Lampung Tengah dan Bandarlampung. Dalam OTT tersebut, KPK juga menyita uang tunai senilai Rp 1,16 miliar.

Diketahui sebelumnya, KPK juga sudah menetapkan tiga tersangka lain dalam kasus serupa. Ketiga tersangka tersebut adalah, Wakil Ketua DPRD Lampung Tengah, J Natalis Sinaga; anggota DPRD Lampung Tengah, Rusliyanto dan Kepala Dinas (Kadis) Bina marga Lampung Tengah, Taufik Rahman.

J Natalis Sinaga dan Rusliyanto ditetapkan tersangka sebagai penerima suap, keduanya disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 UU No 31 Tahun 1999, sebagaimana telah diubah dengan UU no 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Sedangkan Taufik Rahman ditetapkan tersangka sebagai pemberi suap, Taufik disangka melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau huruf b atau Pasal 13 UU No 31 tahun 1999, sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Loading...