Beranda Hukum Resmi Ditahan, KPK Bantarkan Setya Novanto untuk Dirawat di RSCM

Resmi Ditahan, KPK Bantarkan Setya Novanto untuk Dirawat di RSCM

226
BERBAGI
Setya Novanto dirawat di rumah sakit setelah mobil yang ditumpanginya menabrak tiang listrik.

TERASLAMPUNG.COM — Simpang siur status Ketua DPR RI Setya Novanto pasca-musibah kecelakaan pada Kamis malam (16/11/2017) akhirnya terjawab. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan sudah menerbitkan Surat Perintah Penahanan terhadap Setya Novanto terkait kasus dugaan korupsi proyek e-KTP, Jumat (17/11/2017). Karena Setya Novanto perlu perawatan, Ketua Umum Partai Golkar itu pun dibantarkan untuk dirawat di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta.

Menahan selama 20 hari terhitung 17 November 2017 sampai dengan 6 Desember 2017 di Rutan Negara Klas I Jakarta Timur Cabang KPK,” ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah konferensi  pers di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (17/11/2017).

Menurut Febri, KPK menahan Setya Novanto karena berdasarkan bukti yang cukup Novanto bersama pihak lainnya diduga melakukan korupsi pada proyek e-KTP.

Penahanan itu mendapatkan penolakan dari kuasa hukumnya. Kuasa hukum Setya Novanto pun menolak menandatangani berita acara penahanan dan pembantaran sehingga penyidik KPK dan sejumlah saksi yang menandatanganinya.

Novanto saat ini dirawat di RSCM Kencana. Lantaran Novanto dirawat, KPK pun melakukan pembantaran penahanan untuk Novanto. Pembantaran yang dimaksud adalah masa penahanan tidak dihitung selama tersangka menjalani perawatan di rumah sakit.

‎Belum diketahui secara pasti masa pembantaran yang bakal dijalani Novanto. Pihak lembaga antikorupsi memastikan Novanto bakal segera dibawa ke Gedung KPK setelah kondisinya dinyatakan baik.

Kuasa hukum Novanto, Fredrich Yunandi membenarkan surat penahanan terhadap kliennya sudah diterbitkan KPK.‎ Surat penahanan itu dikeluarkan KPK ketika Novanto akan dipindahkan dari Rumah Sakit Medika Permata Hijau ke RSCM.

“Setelah ada rundingan dipindahkan karena alasan medis, tiba-tiba KPK mengeluarkan surat bahwa pak SN telah ditahan,” ungkap Fredrich.

Dikonfirmasi terpisah, Jubir KPK, Febri Diansyah mengaku akan memastikan informasi mengenai surat penahanan itu.
“Saya pastikan dulu ya, biar informasinya tidak salah,” tutur Febri.‎

KPK sebelumnya telah mengirimkan surat kepada kepolisian dan Interpol untuk memasukkan nama Novanto dalam daftar pencarian orang (DPO). Status buron ini disematkan lantaran setelah 1×24 jam sejak terbitnya Surat Perintah Penangkapan, Novanto tak kunjung koperatif dan menyerahkan diri kepada KPK.

Pada saat KPK mencari dan menangkapnya, Novanto disebut mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Permata Berlian, Jakarta Selatan pada Kamis (16/11/2017) malam. Mobil Fortuner berplat nomor B 1732 ZLO yang ditumpanginya menabrak tiang listrik. Meski duduk di kursi penumpang baris kedua, Novanto disebut sempat pingsan dan terluka.

Loading...