Beranda News Pilgub Lampung Resmi Mundur dari Jabatan Sekda, Ini Penjelasan Lengkap Sutono

Resmi Mundur dari Jabatan Sekda, Ini Penjelasan Lengkap Sutono

2392
BERBAGI
Ir. Sutono (Foto: Wawan Sumarwan/inilampung.com)

TERASLAMPUNG.COM — Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung Sutono, Sabtu (6/1/2018) pagi memenuhi undangan Bawaslu Provinsi Lampung.

Sutono hadir didampingi Wakil Ketua DPD PDIP Lampung Watoni Nurdin dan Ketua DPC PDIP Bandarlampung Wiyadi. Ia dan pengurus PDIP  diterima Ketua Bawaslu Lampung, Fatikhatul Khoiriyah.

Bakal calon wakil gubernur pendamping Herman HN datang untuk mengklarifikasi dugaan pelanggaran UU ASN terkait kehadirannya dalam deklarasi Cagub dan Cawagub yang diumumkan PDIP di Jakarta.

Mantan Kepala Dinas Kehutanan Lampung itu mengaku kehadirannya dalam pengumuman nama-nama calon gubernur dan calon wakil gubernur di DPP PDIP  karena mendapat undangan dari Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto. Menurut Sutono, undangan itu sangat mendadak datangnya.

“Alhamdulillah saya datang menghadiri undangan dari Bawaslu. Saya jelaskan bahwa, pertanyaan dasarnya adalah kenapa saya menghadiri deklarasi PDIP. Saya jelaskan panjang lebar beberap pertanyaan Bawaslu,” katanya.

Menurut mantan Kadis Perkebunan Lampung itu, dia ditetapkan sebagai bakal calon wakil gubernur mendampingi Herman HN adalah takdir yang harus dijalankan.

Sebab, kata dia, awalnya namanya tidak masuk dalam bursa cawagub Herman HN dari PDIP karena tidak pernah melakukan lobi-lobi politik.

“Ini takdir atau nasib yang saya terima. Sebelumnya saya tidak pernah komunikasi agar dipinangi. Tidak pernah melobi partai A partai B dan itu juga sudah saya jelaskan diatas (Bawaslu),” katanya.

Sutono mengaku, pada 3 Januari 2018 dia mendapat telpon dari Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto untuk berangkat ke Jakarta.

“Saat itu langsung terjadi gejolak luar biasa dalam diri saya. Saya langsung rapat dengan keluarga. Kalau ini saya terima perintah ini saya maknai ini adalah penugasan. Dan saya merenung, berfikir dan berdoa saya gak daftar kok ditunjuk ini ada sesuatu,” ungkapnya.

Lebih lanjut Sutono menjelaskan, Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan bahwa penunjukan itu adalah tugas dari PDIP yang harus dijalankan.

“Tentu saja sebagai manusia saya berkonsultasi. Lalu saya berkonsultasi, memberikan suport juga. Berangkat ini, kamu jangan sombong berangkat. Tentu saja saya ngerti betul bahwa saya ini pegawai negeri sipil apalagi Sekda Provinsi itu tertinggi,” jelasnya.

Namun, tambah Sutono, sebelum berangkat ke Jakarta dirinya terlebih dahulu meminta persetujuan dari sang istri, karena keputusan itu dirinya akan pensiun sebelum waktunya.

“Saya minta sama istri saya untuk memberikan izin pensiun dan diizinkan karena salah satu syarat pensiun ada persetujuan dari istri,” ucapnya.

Sutono membeberkan, karena surat pengunduran diri dari PNS di buat Rabu (3/1/2018) sore maka tidak waktu lagi untuk mengantar surat tersebut ke Pemprov Lampung dan surat pengunduran diri baru bisa diantar pada Jumat (5/1/2018) pagi.

“Karena sudah pukul tiga sore pasti kantor sudah tutup. Saya sudah siapkan itu dan saya ke Jakarta. Ke Jakarta pun saya baru Kamis (4/1) pagi jam 3. Sebelum ke Jakarta saya ke Kalianda mengetik surat itu dan belum saya tanda tangan untuk mengundurkan diri itu,” ungkapnya.

Kemudian, tambahnya, dirinya langsung berangkat ke Jakarta melalui jalan darat dan langsung menemui Sekjend DPP PDIP Hasto Kristiyanto guna menanyakan perihal kebenaran perintah sebagai cawagub tersebut.

“Pagi pagi (Kamis) saya ketemu pak Hasto pengen keyakinan. Karena tanggal 3 pagi saya mimpin apel Kementerian Agama, lalu saya baca koran PDIP deklarasi pak Herman HN dengan pak Andi Surya dan saya tidak punya pikiran apakah saya itu tidak mungkin karena sama pak Andi Surya,” bebernya.

Saat bertemu Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto, Sutono menanyakan apakah betul dirinya yang ditunjuk PDIP mendampingi Herman HN.

“Saat ketemu pak Hasto saya tanya betulkah saya ditunjuk PDIP untuk mendampingi Pak Herman HN. Pak Hasto menjawab, ya memang benar,  Dan saat itu saya langsung tanda tangan surat pengunduran diri,” katanya.

Sutono mengaku, usai diumumkan sebagai cawagub mendampingi Herman HN dari PDIP, Jumat (5/1/2018) surat pengunduran diri dari pegawai negeri sipil (PNS) dikirim ke Gubernur Lampung.

“Hari Jumat pagi sudah saya kirim ke Gubernur Lampung dan sudah diterima,” tandasnya.

TL/ILS/wawan sumarwan