Beranda Ekbis Bisnis Review 2013: Triwulan 3, Pertumbuhan Ekonomi Lampung 5,98 Persen

Review 2013: Triwulan 3, Pertumbuhan Ekonomi Lampung 5,98 Persen

264
BERBAGI

TERASLAMPUNG.COM — Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Lampung pada triwulan II 2013 tumbuh sebesar 5,98%(yoy), sedikit meningkat dibanding pertumbuhan pada triwulan sebelumnya yang tumbuh 5,81% (yoy). 

Dari sisi permintaan, permintaan domestik masih menjadi penyumbang utama pertumbuhan ekonomi Provinsi Lampung pada triwulan II 2013.

Konsumsi rumah tangga dan ekspor (termasuk ekspor antar daerah) memberikan sumbangan pertumbuhan sebesar 3,89% dan 13,68%

Dari sisi penawaran, kontribusi terbesar disumbang oleh sektor industri pengolahan sebesar 1,29%, sektor pertanian sebesar 1,06% dan sektor perdagangan, hotel, dan restoran sebesar 1,05%.

Inflasi 

Inflasi Provinsi Lampung mengalami penurunan. Inflasi tahunan kota Bandar Lampung pada akhir triwulan II-2013 mencapai 5,29% (yoy), menurun dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 6,81% (yoy).Secara triwulanan, pada akhir triwulan II 2013, Provinsi Lampung mengalami deflasi sebesar 0,09% (qtq).

Berdasarkan disagregasi, terlihat bahwa deflasi pada periode ini dipicu oleh penurunan harga pada kelompok volatile foods meskipun terdapat tekanan harga yang cukup tinggi pada kelompok administered price dan kelompok inti.

Revisi atas kebijakan kuota impor hortikultura berdampak signifikan pada trend penurunan harga komoditas bumbu-bumbuan sepanjang triwulan II2013

Perbankan Daerah dan Sistem Pembayaran 

Fungsi intermediasi Perbankan di Prov. Lampung–yang tercermin pada angka Loan to Deposit Ratio (LDR)—mengalami peningkatan dengan kualitas kredit yang membaik.Meningkatnya LDR tersebut terutama didorong oleh pertumbuhan kredit yang lebih tinggi dibanding pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK).

Kredit perbankan pada triwulan II 2013 mampu tumbuh 29,6% (yoy), yang terutama terjadi pada kredit investasi yang menjadi salah satu sumber pembiayaan pertumbuhan ekonomi Provinsi Lampung.

Indikasi meningkatnya kegiatan ekonomi di Lampung terlihat pada kebutuhan masyarakat dan dunia usaha terhadap transaksi melalui Real Time Gross Settlement (RTGS) dan kliring yang cenderung meningkat, baik dari sisi nominal maupun volume transaksi. Di sisi pembayaran tunai, kebutuhan masyarakat akan uang layak edar juga secara umum dapat dipenuhi dengan baik.

Keuangan Daerah 

Pada triwulan II 2013 realisasi PAD lebih besar dibandingkan realisasi Dana Perimbangan, dimana masing-masing mencatat perkembangan realisasi sebesar 28,91% dan 50,00%. Pajak Daerah yang berasal dari Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor dan Pajak Kendaraan Bermotor tetap menjadi penyumbang terbesar terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) sehingga dapat terealisasi sebesar28,91%.

Dari sisi belanja, total realisasibelanja daerah Provinsi Lampung sampai dengan bulan Mei 2013 (berdasarkan Surat Perintah Pencairan Dana/SP2D) mencapai Rp1.216,93 miliar atau 27,59% dari target belanja yang ditetapkan dalam APBD 2013 sebesar Rp4.410,73 miliar.

Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan 

Kesejahteraan penduduk Provinsi Lampung triwulan II 2013 menunjukkan kondisi yang baik. Hal ini terlihat dari jumlah pengangguran terbuka yang menurun, jumlah penduduk miskin yang semakin berkurang, dan Nilai Tukar Petani (NTP) Lampung masih menjadi yang tertinggi secara nasional
Prospek Perekonomian

Pertumbuhan ekonomi Provinsi Lampung pada triwulan III 2013 diperkirkan akan tumbuh dalam kisaran 5,7% – 6,2% (yoy) atau stabil dibandingkan triwulan sebelumnya. Dari sisi penggunaan, kegiatan konsumsi masih akan tumbuh cukup tinggi seiring dengan masih tingginya permintaan domestik pada bulan puasa dan lebaran.

Selain itu, investasi juga masih akan tumbuh cukup tinggi, dengan indikasi pertumbuhan kredit investasi dan rencana investasi kegiatan dunia usaha. Dari sisi sektoral, pertumbuhan ekonomi akan didorong oleh pertumbuhan sektor non-tradable, seperti sektor PHR, sektor bangunan, serta sektor jasa-jasa. Sementara itu, sektor industri pengolahan juga diperkirakan tumbuh cukup tinggi dalam rangka memenuhi permintaan ekspor.

Inflasi Kota Bandarlampung pada triwulan III2013 mencapai 6,49%±1% (yoy) dan cenderung mendekati batas atas. Tekanan inflasi terbesar pada triwulan III2013 diperkirakan masih bersumber dari kelompok volatile foodsdan inflasi intikarena meningkatnya permintaan masyarakat terhadap sejumlah komoditas kebutuhan pangan dan sandang ditengah kondisi pasca kenaikan harga BBM.

Pada triwulan III-2013, kinerja perbankan diperkirakan masih mengalami peningkatan. Hal ini terkonfirmasi melalui hasil Survei Kredit Perbankan triwulan II-2013 yang menunjukkan bahwa mayoritas pelaku usaha memperkirakan Penghimpunan Dana (DPK) dan Kredit akan tumbuh sebesar 1%-10% pada triwulan III-2013.

Pelaku perbankan masih optimis bahwa DPK akan tumbuh karena fasilitas jasa perbankan yang meningkat, sedangkan penyaluran kredit meningkat karena prospek usaha nasabah yang membaik dan persyaratan kredit yang lebih ringan.

Sumber: BI

Loading...