Revolusi Payung: Pertarungan antara Pita Biru dengan Pita Kuning

  • Bagikan
Seorang polisi Hong Kong berusaha memenangkan para demonstran. (Foto: dok quartz.com)

HONG KONG–Revolusi Payung di Hong Kong telah berdampak pada tatanan sosial dan hubungan paling privat di kalangan warga Hong Kong. Seorang istri, misalnya, dikabarkan meminta cerai kepada suaminya yang berprofesi sebagai polisi karena sang suami dinilai ‘tidak punya perasaan’ dan tidak mendukung gerakan sosial yang dikobarkan para pelajar dan mahasiswa prodemokrasi di Hong Kong.

Sebagai aparat peemerintah, polisi Hong Kong memang mau tak mau harus berada para barisan yang berseberangan dengan gerakan prodemokrasi. Para polisi mau tak mau mengenakan pita warna biru di lengan untuk mempertegas dukungan mereka kepada pemerintah dan penguasa China, sedangkan para pelajar dan mahasiswa mengenakan pita warna kuning sebagai simbol demokrasi dan dan hak pilih universal.

Sebuah video yang tersebar di jejaring sosial menunjukkan polisi berhadapan-hadapan dengan para demonstran. Dengan wajah tertutup masker, polisi menembakkan pistol berisi cairan serbuk merica.

Sumber video: quartz.com/youtube

  • Bagikan