Ribuan Liter BBM Ilegal Hasil Sitaan tak Tampak Lagi di Polresta

  • Bagikan
Ribuan BBM ilegal yang disita Polrestas Bandarlampung, Rabu pekan lalu (13/8/2014).

Zaenal Asikin/Teraslampung.com

BANDAR LAMPUNG – Barang bukti berupa ribuan liter bahan bakar miyak (BBM) jenis solar dan bensin (premium), yang berhasil disita petugas Polresta Bandarlampung dari sebuah gudang penyimpanan di belakang Gunung Kunyit, Telukbetung Selatan, Bandarlampung, Rabu (13/8/2014), kini tak tampak lagi di Polrestas Bandarlampung.

Berdasarkan pantauan Teraslampung.com di Mapolresta Bandarlampung, semua barang bukti BBM ilegal hasil sitaan, saat ini sudah tidak lagi terlihat di Mapolresta Bandarlampung. Sebelumnya barang bukti tersebut, masih berada di halaman belakang (tempat parkiran) di Mapolresta.

Baca : Polisi Amankan Ribuan Liter BBM Ilegal

Kasat Reskrim Polresta Bandarlampung, Kompol Dery Agung Wijaya, saat dikonfirmasi mengenai hal tersebut mengatakan pihaknya memang sudah  mengamankan barang bukti BBM itu untuk dipindahkan ke tempat lain. Namun, Dery enggan menyebutkan mengenai tempat dan di mana barang bukti BBM tersebut dipindahkan.

“Yang jelas barang bukti BBM-nya masih ada. Kami amankan ke tempat lain dan kasusnya juga masih tahap pemeriksaan dan penyelidikan,” kata Dery, Senin (18/8).

Diberitakan sebelumnya, penggrebekan ditempat penimbunan BBM ilegal dipimpin langsung Kapolresta Bandarlampung, Kombes Pol Dwi Irianto. Kemudian, selang beberapa jam, anggota Satreskrim, Sabhara dan Polsekta Telukbetung Selatan datang . Namun, belum diketahui siapa pemilik dari BBM tersebut. Ada dugaan BBM tersebut milik oknum seorang aparat.  Hal itu berdasarkan keterangan warga sekitar tempat penimbunan BBM ilegal  yang mengak sering melihat orang berambut cepak mirip aparat sering datang ke tempat tersebut.

Dari tempat tersebut, diamankan tiga unit mobil pikap L300, jerigen minyak, lima drum plastik ukuran besar berkapasitas masing-masing 1 000 liter. Drum itu berisi ribuan liter BBM jenis solar dan premium (bensin).

 

  • Bagikan