Ribuan Pemudik Motor Membludak di Pelabuhan Bakauheni

  • Bagikan
Para pemudik yang menggunakan sepeda motor saat tiba di Pelabuhan Bakauheni, Minggu (9/6/2018)
Para pemudik yang menggunakan sepeda motor saat tiba di Pelabuhan Bakauheni, Minggu (9/6/2018)

Zainal Asikin |Teraslampung.com

LAMPUNG SELATAN-Ribuan pemudik yang menggunakan kendaraan sepeda motor yang berasal dari Jabodetabek dan hendak pulang ke kampung halamannya di Pulau Sumatera khususnya Lampung membludak di Pelabuhan Bakauheni, Minggu 10 Juni 2018. Sebagian besar para pemudik pemotor itu, bekerja di pabrik-pabrik atau perusahan yang berada di kawasan Tangerang, Bogor, Bekasi, Jakarta dan Bandung, Jawa Barat.

Beberapa kapal penumpang roll on roll of (ro-ro) yang berlayar dari Pelabuhan Merak, Banten dan tiba di Pelabuhan Bakauheni, dipenuhi para pemudik yang menggunakan sepeda motor. Seperti halnya KMP Darma Rucitra II yang bersandar di salah satu dermaga di Pelabuhan Bakauheni, dek lantai dua kapal tersebut dipenuhi pemudik yang menggunakan sepeda pemotor yang diperkirakan mencapai 1.500 unit sepeda motor.

Menurut salah seorang pemudik yang menggunkan sepeda motor, Rio (37) warga Bandarlampung mengatakan, dirinya memilih mudik menggunakan sepeda motor untuk kali keduanya merasakan mudik lebaran, selain biayanya lebih murah atau ringan dan juga dapat terhindar dari kemacetan saat di jalan.

“Ya ngerasa nyaman aja mas kalau pakai motor, dan saya sudah dua kali lebaran ini mudik pakai motor. Jadi gak perlu harus antre nunggu bus, atau menginap di Pelabuhan kalau kemalaman dan lebih nyamannya lagi gak harus naik turun atau gonta-ganti kendaraan umum,”ucap pria yang bekerja di pabrik sepatu di daerah Tangerang ini.

Hal senada juga dikatan pemudik pemotor Medy Pratama (43), bahwa bukan lebaran kali ini saja ia mudik ke kampung halamannya di Desa Poncowati, Lampung bersama istri dan satu orang anaknya yang berusia 8 tahun menggunakan kendaraan sepeda motor. Menurutnya, mudik menggunakan sepeda motor, selain bisa menghindari kemacetan juga menghemat biaya pengeluaran.

“Sudah lima kali lebaran ini saya mudik pakai sepeda motor, saat itu anak saya ini masih balita. Mudik pakai motor, agak lebih cepat aja sampai di rumah orangtua. Tapi kalau naik angkutan umum, selain sampainya lama juga kerasa betul capeknya dibadan saat diperjalanan,”ungkapnya.

Menurutnya, selama ini ia merantau lalu bekerja di sebuah perusahaan Garmen yang ada di wilayah Bekasi. Selama ia mudik menggunakan sepeda motor, tidak pernah terjadi hal-hal yang diinginkan selama di perjalanan.

“Alhamdulilah, tidak pernah terjadi sesuatu saat diperjalanan. Mudah-mudahan, selalu aman dan bisa terus berkumpul bareng keluarga saat Hari Raya Idul Fitri,”jelasnya.

  • Bagikan