Ribut dengan Tetangga, Warga Bandarlampung Tewas Ditusuk Badik

  • Bagikan
warga bandarlampung tewas ditusuk badik tetangganya
Warga melihat lokasi terbunuhnya Safirudin alias Ayi yang ditusuk kakak beradik tetangganya sendir, Minggu dini hari (8/1/2017).

Zainal Asikin | Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG.COM — Safirudin alias Ayi(31), warga Jalan Belia Gang Kamboja, Kelurahan Jagabaya II, Way Halim, tewas ditusuk tetangganya sendiri, Minggu (8/1/2017) dinihari sekitar pukul 02.00 WIB.

Safrudin tewas bersimbah darah karena ditusuk badik oleh dua kakak beradik, Sanjaya Dwi Saputra (17) dan Nurhadi (24), tetangganya sendiri. Darah segar pun mengucur dari dada sebelah kiri dan perut korban.

Penusukan yang merenggut nyawa Safirudin bermula dari sebuah keributan yang diduga disebabkan salah paham antar korban dengan kedua pelaku.

Pantauan teraslampung.com, ratusan warga Jagabaya II, tampak ramai berada dilokasi kejadian. Berselang taklama kemudian, belasan anggota Polisi Polsekta Sukarame tiba di rumah yang menjadi tempat lokasi terjadinya pembunuhan. Polisi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), dan meminta keterangan saksi-saksi lalu memasang garis polisi.

Menurut keterangan Riswan (51), tetangga pelaku dan korban menjelaskan, kejadian itu berawal saat korban mendatangi kediaman pelaku dalam kondisi mabuk dengan membawa senjata badik. Ketika itu, Safirudin berniat untuk memperingatkan pelaku agar tidak kerap mendatangkan teman-temannya hingga larut malam. Alasannya, hal tersebut meresahkan masyarakat yang hendak beristirahat.

“Korban datang ke rumah pelaku dalam kondisi mabuk miras dan membawa sebilah senjata tajam jenis badik. Di rumah pelaku, korban teriak-teriak dan memecahkan kaca depan rumah pakai badik,”ujarnya kepada awak media saat ditemui dilokasi kejadian, Minggu (8/1/2017) dinihari.

Dikatakannya, kedua pelaku yang merupakan kakak beradik itu, langsung keluar dari dalam rumah. Saat itu juga, korban langsung mengayunkan badiknya ke arah pelaku Nurhadi. Namun tusukan tersebut, tidak mengenai pelaku dan kedua pelaku melawan hingga akhirnya korban terjatuh.

Korban berdiri lagi, dengan senjata badik ditangannya korban kembali menyerang kedua pelaku. Pada saat penyerangan itu, Nurhadi dapat menyekap korban dari arah belakang dan pelaku Sanjaya berhasil merampas senjata tajam korban.

“Saat korban dipegangi Nurhadi itulah, Sanjaya menusuk badik yang dibawa korban kearah bagian dada sebelah kirinya. Saat korban jatuh, kakaknya kembali menusukkan pisau itu dibagian perut,”ungkapnya.

Setelah itu, kata Riswan, kedua pelaku masuk ke dalam rumahnya meninggalkan korban yang terkapar bersimbah darah. Kemudian warga membawa korban ke Rumah Sakit Urip Sumoharjo, untuk mendapatkan perawatan medis.

“Saya juga yang membawa korban ke rumah sakit. Tapi, dalam perjalanan nyawa korban nggak tertolong lagi dan akhirnya korban meninggal dunia,”terangnya.

Menurutnya, pada saat kejadian itu, ayah pelaku bernama Nuri (42) melihat kejadian pengeroyokan hingga berujung penusukan tersebut. Namun, hanya didiamkan dan dilihat saja.

“Tadi itu ada bapaknya pelaku juga, tetapi kok malah dilihatin saja sama dia. Seharusnya kan dipisah, apalagi sampai main pisau gitu,”ucapnya.

Terpisah, Kapolsekta Sukarame Kompol M Riza mengatakan, kasus tersebut masih dalam penyelidikan. pihaknya berkoordinasi dengan Polresta Bandarlampung, melakukan pengejaran dan penangkapan kedua kakak beradik pelaku pembunuhan tersebut.

“Kami sudah melakukan olah TKP, dan memeriksa saksi-saksi termasuk keluarga pelaku yang mengetahui kejadian pembunuhan itu,”ungkapnya

  • Bagikan