Beranda News Nasional Robertus Robet, Dosen UNJ-Aktivis HAM Asal Lampung Ditangkap Polisi

Robertus Robet, Dosen UNJ-Aktivis HAM Asal Lampung Ditangkap Polisi

1332
BERBAGI
Robertus Robet. Indonesiaatmelbourne.unimelb.edu.au

TERASLAMPUNG.COM — Polisi menangkap dosen Universitas Jakarta yang juga aktivis HAM Robertus Robert di kediamannya di Depok, Kamis dini hari, 7 Maret 2019. Juru bicara Markas Besar Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo mengatakan, pihaknya sudah menetapkan pria asal Lampung itu sebagai tersangka dalam kasus dugaan pernghinaan terhadap penguasa dan TNI.

“Robet ditangkap atas dugaan tindak pidana penghinaan terhadap penguasa atau badan umum yang ada di Indonesia,” kata Dedi melalui pesan singkat kepada Tempo.co, Kamis, 7 Maret 2019.

BACA: Ditangkap Polisi karena Kritik TNI, Ini Profil Doktor Asal Lampung

Dedi menjelaskan Robet ditangkap karena orasi saat aksi Kamisan di Monumen Nasional (Monas), tepatnya depan Istana pada Kamis pekan lalu. Orasi Robet dianggap telah menghina institusi TNI.

Selain itu, Robet ditangkap karena dugaan tindak pidana menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta hoaks.

Tersangka dijerat Pasal 45 A ayat (2) juncto 28 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 tahun 1946 tentang peraturan Hukum Pidana dan/atau Pasal 207 KUHP. “Tersangka saat ini diperiksa Direktorat Tindak Pidana Siber,” ujarnya.

Robet mengatakan kediamannya di kawasan Depok, Jawa Barat, sempat didatangi dua orang yang mengaku tentara sebelum dirinya ditangkap polisi pada Rabu malam, 6 Maret 2019.

“Pembantu saya bilang dua orang yang mengaku aparat militer datang mencari saya jam tiga sore,” kata Robet saat ditemui di Badan Reserse dan Kriminal Markas Besar Polri, Jakarta Selatan.

Setelah didatangi tentara, sejumlah teman aktivis menyambangi rumah Robert. Mereka datang untuk mendampinginya karena menduga akan ada penangkapan.

Pada pukul 23.00, kata dia, ada empat anggota Bareskrim yang ditemani beberapa polisi dari Kepolisian Sektor Sukmajaya membawa surat penyidikan dan penangkapannya. “Saya langsung dibawa ke (Bareskrim) Mabes Polri,” ucapnya.

Alumni Universitas Indonesia, Sekolah Tinggi Filfafat (STF) Driyarkara, dan University of Birmingham ini saat ini berprotesi  sebagai dosen UNJ. Ia juga dikenal sebagai aktivis demokrasi dan HAM dan pemikir yang sudah banyak menulis buku tentang demokrasi dan politik. Ia pernah menjabat sebagai Direktur Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI).

Pada September 2017,  Robertus Robet menjadi salah satu inisiator unjuk rasa para dosen untuk menuntuk Rektor UNJ Prof. Dr. Djaali dipecat karena diduga terlibat praktik jual beli gelar. Akhirnya Kemenristek Diktii menurunkan tim verifikasi dan berujung pada pemecatan Prof. Djaali sebagai Rektor UNJ.

 

Loading...