Beranda Ruwa Jurai Lampung Utara Rp6,4 Miliar Uang Dana Desa di 16 Desa di Lampura Terancam Hangus

Rp6,4 Miliar Uang Dana Desa di 16 Desa di Lampura Terancam Hangus

611
BERBAGI

Feaby|Teraslampung.com

Kotabumi–Enam belas desa di Lampung Utara masih belum mencairkan Dana Desa (DD) tahap II tahun 2018. Akibatnya, DD mereka terancam hangus jika tak kunjung mencairkannya hingga batas waktu yang ditentukan.

Dari 16 desa tersebut, dana desa yang belum cair sebesar Rp6,4 miliar.

“Masih ada 16 desa ‎yang  belum mengajukan pencairan DD tahap II. Jika sampai November masih belum juga mencairkan maka kemungkinan besar bisa hangus” kata Kepala Bidang Pemerintahan Desa di Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Redho Tiansya, di kantornya, Kamis (9/8/2018).

Kebanyakan dari ke-16 desa yang belum mengajukan pencairan itu terkendala persyaratan administrasi seperti ‎laporan pertanggungjawaban realisasi penggunaan DD dan laporan konsolidasi terkait penggunaan DD tahap pertama. Kedua laporan ini wajib mereka sampaikan kepada pihak Inspektorat.

“Ke-16 desa itu tersebar di sejumah kecamatan seperti Kecamatan Kotabumi Selatan, Kotabumi Utara, Abung Semuli, Abung Timur, dan Abung Selatan,” urainya.

Menurut Redho, pencairan DD terbagi dalam tiga tahap. Pencairan tahap pertama hanya 20 persen dari total DD. Lalu, pencairan tahap kedua dan ketiga semuanya sama, yakni 40 persen. Pencairan DD tahap pertama telah dilakukan pada sekitar bulan Juni lalu.

Adapun total desa yang telah mencairkan DD tahap II berjumah 187 desa dengan total anggaran mencapai Rp69.504.223.714. Sementara 29 desa lainnya masih dalam proses pencairan dengan total Rp10.286.042.401.

“Total DD yang dikeluarkan ‎pada tahap II ini mencapai Rp86.192.635.996. Tapi kalau untuk total DD tahun 2018 secara keseluruhannya mencapai sekitar Rp215 Miiar,” papar mantan pejabat di Sekretariat DPRD tersebut.

‎DD yang digelontorkan oleh pemerintah pusat bagi tiap desa di seluruh Indonesia ini diperuntukan bagi empat bidang. Keempat bidang itu ialah bidang pemerintahan desa, bidang pembangunan desa, bidang pemberdayaan masyarakat desa dan bidang pembinaan kemasyarakatan desa.

‎”Dengan keempat bidang tersebut diharapkan penggunaan DD akan bermanfaat bagi masyarakat dan desa itu sendiri,” kata dia.