RSUAM Mengklaim Berkomitmen Merawat Pasien Miskin dan Telantar

  • Bagikan
Kepala Bagian Perencanaan dan Rekap Medik RSUAM, Elitha M. Utarai (dua dari kanan) saat konferensi pers di RSUAM,Bandarlampung, Kamis (22/1/2015). Foto: Teraslampung.com/Arieftama
Kepala Bagian Perencanaan dan Rekap Medik RSUAM, Elitha M. Utarai (dua dari kanan) saat konferensi pers di RSUAM,Bandarlampung, Kamis (22/1/2015). Foto: Teraslampung.com/Arieftama

TERASLAMPUNG.COM, BANDARLAMPUNG — Pihak Rumah Sakit Umum Abdul Moeloek (RSUAM) Bandarlampung menolak tudingan telah menelantarkan pasien dan tidak mau merawat pasien telantar. Mereka mengklaim tetap merawat pasien miskin dan telantar.

“Kami  tetap akan  merawat pasien terlantar yang tidak mempunyai identitas dan  akan bertanggung jawab atas biaya selama perawatan serta diberlakukan sama dengan pasien yang lain,” kata Kepala Bagian Perencanaan dan Rekap Medik RSUAM, Elitha M. Utarai, saat menggelar konferensi pers, Kamis (22/1/2015).

Menurut Elitha, jika pasien datang tidak punya identitas, maka pasien tersebut dibawa ke ruangan untuk melakukan perawatan terlebih dahulu. “Kemudiann  pihak RSUAM  akan bersurat ke Dinas Sosial. Setelah Dinas Sosial mengeluarkan surat balasan maka biaya perawatan akan ditanggung oleh pihak RSUDAM sampai pasien tersebut dianggap benar-benar sudah sembuh,” kata Elitha.

Jika pasien dinyatakan sehat  fisik, kata Elitha, selanjutnya menjadi tanggung jawab Dinsos, kemudian pasien diberikan tempat tinggal di rumah anti sosial. “Apabila di panti pasien mengalami masalah,  misalnya tidak mandiri ( tidak bisa mandi sendiri, makan sendiri, melakukan aktivitas sendiri ), maka pihak rumah sakit akan melakukan pantauan kemudian dikembalikan kembali ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan sampai sembuh,” katanya.

Menurut Elitha, jika pasien ada di dalam ruangan RSUAM, maka masuk dalam  pengawasan pihak rumah sakit.

“Nah, jika pasien keluar dan kondisi tidak sesuai yang kita harapkan, sudah bukan tanggung jawab pihak kami. Hal-hal seperti ini biasanya menyebabkan masalah, karena informasi data yang dihimpun di rumah sakit tidak sampai lingkungan eksternal,” ujar Elitha.

Ariftama
  • Bagikan