RSUD Dadi Tjokrodipo Diduga Buang Limbah Cair ke TPU Bakung

  • Bagikan
Limbah rumah sakit (ilustrasi/republika)

BANDARLAMPUNG, Teraslampung.com — Komisi III DPRD Kota Bandarlampung yang awalnya menggebu mengungkap adanya dugaan pembuangan limbah medis cair dari Rumah Sakit Umum Daerah Tjokrodipo (RSUDT) ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bakung kini jalan di tempat.

Usai  dengar pendapat di Ruang Komisi III dengan pihak RSUDT,BPPLH dan Dinas kebersihan dan Pertamanan Kota Bandarlampung,kini Komisi III, beberapa waktu lalu, hingga kini tidak lagi mengagendakan rapat dengar pendapat dengan RSUDT. Alasannya, kasus tersebut telah dilimpahkan ke Komisi IV.

Alhasil, tindak lanjut kasus pembuangan limbah cair oleh RSU Dadi Tjokrodipo pun mak jelas.

Ketua Komisi III, Heriyadi Payacoen, ketika dikonfirmasi berdalih persoalan tersebut telah dilimpahkan ke Komisi IV.

“Masalah itu sudah kita limpahkan ke komisi IV,”kilahnya,Jumat (6/12) lalu.

Senada dengannya,Anggota Komisi III Yuhadi memebanrkan jika rapat dengar pendapat terkait adanya pembuangan limbah medis cair dari RSUDT telah ditangani oleh Komisi IV.

Namun, kata Yuhadi, pihaknya tetap akan memanggil CV.Berkah Jaya yakni pihak ketiga yang diserahkan tanggung jawab oleh RSUDT untuk membuang tinja.

“Kami tetap agendakan pemanggilan rekanannya,yang bekerja sama dengan pihak rumah sakit dalam membuang tinja ke TPA Bakung,”tandas politisi Partai Golkar ini.

Terpisah Kabag Humas rumah Sakit RSUDT Yunizar mengaku jika tidak ada lagi agenda rapat dengar pendapat dengan komisi III,meskipun ia pernah mendapatkan informasi jika akan di adakan kembali namun tidak ada lagi pemberitahuan kepada pihaknya.

“Katanya sih Jumat lalu. Tetapi sepertinya batal. Entah karena apa. Kami juga masih menuggu surat masuk,”ungkapnya,Minggu (8/12).

Terkait pihak ketiga yang bekerja sama dengan RSUDT,Ia membenarkan jika CV.berkah Jaya yang menangani pembuangan limbah dan tinja dari pihak Rumah sakit.

“Ya kalau untuk urusan itu kita memang bekerja sama dengan CV.Berkah jaya,”terangnya.

Diketahui,setelah adanya dugaan pembuangan limbah medis cair oleh RSUDT ke TPA Bakung,Komisi III akhirnya memanggil pihak rumah sakit dan sejumlah satker lain.

Namun, dengar pendapat tersebut tidak dapat mengungkap informasi yang sebenarnya karena ketidakhadiran CV.Berkah jaya,yang akhirnya ditunda dan di agendakan kembali untukl rapat dengar pendapat kedua.

Kan tetapi dalam perjalanannya,rapat dengar pendapat yang kedua tersebut di batalkandengan alasan yang seharusnya memanggil RSUDT bukan Komisi III akan tetapi komisi IV.

Sumber Teraslampung.com mengaku, Komisi III memanggil RSUDT tanpa koordinasi dengan Komisi IV . Beredar kabar, kerja  komisi tersebut sering tumpah tindih dalam memanggil sejumlah satker.

“Komisi III sering overlapping,masalah perizinan. Yang seharusnya masuk Komisi I, eh dipanggil oleh mereka. Yang terakhir ini soal rumah sakit. Seharusnya Komisi IV yang panggil, kenapa jadi Komisi III yang gelar hearing?”ujar sumber yang tidak mau jati dirinya ditulis itu.

Rizki


Tulisan Terkait: Cara Mengelola Limbah Rumah Sakit

  • Bagikan