Beranda News Nusantara Ruko Ambruk, Empat Orang Tewas

Ruko Ambruk, Empat Orang Tewas

226
BERBAGI
Ruko ambruk di Samarinda (dok. sapos.co.id)

SAMARINDA, Teraslampung.com.-  Kecelakaan kerja terjadi di pembangunan rumah toko (ruko) di bilangan Jalan A Yani I, RT 17, Kelurahan Temindung Permai, Kecamatan Sungai Pinang, Selasa (3/6) sekitar pukul 06.25 WITA

Tujuh belas unit ruko berlantai tiga yang lokasinya berada di lingkungan Perumahan Cendrawasih Permai mendadak ambruk. Dua orang pekerja sementara dipastikan tewas seketika di lokasi kejadian. Sementara belasan pekerja lain tertimbun di reruntuhan bangunan. Pekerja yang menjadi korban tersebut umumnya berasal dari Jawa Timur (Jatim). Mereka kebanyakan dari Trenggalek, Ponorogo dan Jombang.

Dua pekerja nahas yang tewas di tempat ialah Kadori (diperkirakan berusia 30 tahun) dan Kasiran (50). Kadori dan Kasiran tewas dengan kondisi mengenaskan. Kasiran tewas dengan tubuh remuk karena tergencet, sedangkan Kadori menghembuskan nafas karena kepalanya remuk. Sementara sekitar pukul 22.00 Wita, dua jenazah lagi berhasil dikeluarkan dari reruntuhan. Yakni Surani (27) dan Abdul Makruf.

Sedangkan pekerja lain meski selamat, mengalami luka lecet sampai patah tulang karena sempat tertindih cor beton (nama pekerja selamat lihat grafis). Informasinya total pekerja di proyek pembangunan ruko tersebut mencapai 84 orang.
Dari total tersebut, diperkirakan 14 pekerja tak bisa lari dan tertimbun di puing reruntuhan. Dari 14 pekerja yang tertimbun itulah terselip nama Kadori dan Kasiran, yang dipastikan tewas.

Keterangan yang diperoleh Sapos di lokasi kejadian, musibah tersebut terjadi saat sejumlah pekerja hendak memulai aktivitas. Beberapa diantara mereka ada yang santai sambil sarapan dan menunggu giliran mandi.
Sementara beberapa pekerja lainnya ada yang hendak tidur karena lembur, usai melakukan pengecoran lantai teratas ruko. Pekerja yang lembur memulai bekerja sejak Senin (2/6) malam.

“Saya bersama beberapa teman ada yang lembur untuk mengecor lantai teratas. Kami istirahat sekitar pukul 05.00 Wita,” ujar Tambianto kepada Sapos.

Saat itu beberapa pekerja ada yang melihat salah satu tiang di lantai dasar mengalami keretakan. “Saat itu beberapa teman yang lain melakukan pengecekan dan memang tiang retak,” ungkap Tambianto.

Saat itu beberapa pekerja sempat saling mengingatkan, supaya segera keluar karena khawatir bangunan ambruk. “Sempat diingatkan supaya keluar gedung karena takut ambruk,” tutur Tambianto.

Tak berselang lama, diduga tiang yang retak tak mampu menahan beban bangunan, akhirnya tiang ambruk diikuti runtuhnya bangunan lainnya dari arah pintu masuk Perumahan Cendrawasih Permai.

Melihat bangunan ambruk, beberapa pekerja yang sempat mengetahuinya pun berhamburan keluar untuk menyelamatkan diri. Sedangkan sisanya, beberapa ada yang tidur dan bersantai di sekitar bedeng (tempat tidur selama bekerja di sana) tak bisa menyelamatkan diri. Saat ambruk, bangunan ruko rebah menimpa bedeng.

“Saya bersama beberapa teman lain ada di bedeng. Tak sempat lari ketika kejadian. Tapi untung saja masih selamat. Saya dan teman-teman terpaksa menjebol atap bedeng yang terbuat dari seng untuk keluar,” terang Mislan.

Sementara Sobirin, yang juga selamat dan keseleo kaki kanan saat kejadian juga berada di bedeng dan hendak mandi.

“Saat saya mau ke kamar mandi itulah bangunan ambruk. Saya sempat lari, tapi kaki terkena runtuhan bangunan. Saat saya keluar, beberapa teman sudah berteriakan,” imbuh Sobirin.
Informasinya, Kadori dan Kasiran juga ada di bedeng saat bangunan ambruk. Gagal lari, tubuh keduanya tertimpa bangunan dan tewas seketika.

Kapolresta Samarinda Kombes Pol Antonius Wisnu Sutirta, melalui Wakasat Reskrim AKP Suryono mengatakan, sementara kasus ambruknya ruko tersebut masih diselidiki aparat kepolisian.

“Kejadian ini masih kami selidiki. Sementara ada tujuh pekerja dan pengawas proyek kami minta keterangan untuk keperluan penyidikan,” tandas Suryono singkat.

Sumber: sapos.co.id

Loading...
BERBAGI
Artikel sebelumyaKasus Kredit Fiktif Rp 82 Miliar: Istri Wakil Bupati Lampung Selatan Diancam Hukuman Lima Tahun Penjara
Artikel berikutnyaPemkab Lampung Tengah akan Ajukan Perda Kawasan Tanpa Rokok
Portal Berita Lampung: Terkini, Independen, Terpercaya