Rumah di Permukiman Padat di Kotabumi Ludes Dilalap Si Jago Merah

Bagikan/Suka/Tweet:

Feaby/Teraslampung.com

Warga bergotong – royong  berusaha memadamkan  api yang melalap rumah korban Tumini di Kelurahan Cempedak, Kotami. Lampung Utara, Sabtu siang (31/10/2015). 

KOTABUMI--Sebuah rumah di pemukiman padat penduduk tepatnya di RT I/LK III, Kelurahan Cempedak, Kotabumi, Lampung Utara dilalap si jago merah, Sabtu (31/10) sekitar pukul 12:00 WIB.

Api yang melalap rumah milik alrmahum Wahab ini sontak membuat warga sekitar panik lantaran khawatir menyambar rumah warga lainnya.

Pantauan Teraslampung.com di lokasi, para tetangga korban terlihat sibuk mengeluarkan barang – barang berharga dari kediaman mereka masing – masing.

Beruntung, berkat kesigapan warga dan petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), api dapat segra dipadamkan sehingga tak menyambar rumah – rumah warga lainnya. Kendati api akhirnya dapat dipadamkan, seluruh barang berharga korban tak berhasil diselamatkan.

Menurut Hambali (45), tetangga korban, api yang menghanguskan rumah almarhum Wahab terjadi pada sekitar pukul 12:00 WIB. Meski begitu, ia mengaku tak mengetahui persis sumber api berasal dari arah mana. Sebab, ia dan keluarga begitu panik karena khawatir api akan menyambar rumah – rumah warga termasuk rumahnya yang hanya berjarak sekitar enam atau tujuh rumah dari rumah korban.

“Enggak tahu dari arah mana apinya. Yang jelas, apinya sudah terlihat membesar. Kami panik dan segera menyelamatkan barang – barang kami,” kata Hambali, sambil  membawa masuk kembali barang – barangnya usai api berhasil dipadamkan.

Yatemi (60), tetangga korban lainnya, mengatakan saat kebakaran berlangsung istri almarhum Wahab, Tumini (50) sedang berada di berjualan bubur di pasar. Baik Tumini maupun anaknya laki – lakinya sama sekali tak berada di rumah.

“Yang tinggal di rumah itu hanya bu Tumini dan anak bujangnya. Mereka semua lagi enggak ada di rumah saat kebakaran terjadi,” kisah dia.

Yatemi menceritakan, dirinya kurang mengetahui persis penyebab kebakaran. Yatemi tahu ada kebakaran saat mendengar warga berteriak ada kebakaran. “Begitu saya lihat ke atas, api sudah membumbung tinggi dari arah rumah itu,” katanya,  sembari menunjuk rumah korban.

Sementara, pemilik rumah, Tumini (50), istri almarhum Wahab, meski terlihat syok menuturkan saat kejadian berlangsung dirinya sedang berjualan bubur di pasar. “Saya lagi jualan dan tiba – tiba ada kebakaran. Begitu sampai di rumah, api sudah melahap bubungan rumah,” katanya dengan terbata – bata.

Untuk memadamkan api, warga bergotong royong mengambil dan menyiram api dengan air yang mereka ambil dari sumur warga sekitar. Karena kesigapan para tetangga korban, api kemudian bisa dipadamkan sehingga tidak merembet ke rumah lain yang berdekatan dengan rumah korban.

Hingga pukul 14:20 WIB, belum diketahui pasti penyebab kebakaran dan total kerugian korban.‎