Rumah Orangtua Pegiat HAM Veronica Koman Diteror Bom, Ini Kata Aktivis HAM Papua

  • Bagikan
Ilustrasi bom.(Shutterstock)

TERASLAMPUNG.COM — Pegiat HAM Papua Yan Christian Warinussy, di Manokwari, mendesak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan jajarannya mengungkap tuntas dugaan aksi peledakan bom di rumah kediaman orang tua Veronica Koman di bilangan Jelambar baru, Jakarta.

“Kuat dugaan, tindakan ini merupakan teror masif berbuntut langkah advokasi Veronica Koman dari tempatnya berdomisili saat ini di benua Australia,” ujar Yan Christian Warinussy dalam keterangan tertulisnya, Minggu 7 November 2021.

Ia menduga aksi tersebut sebagai upaya mengintimidasi advokat HAM Veronica Koman atas kerjanya selama ini.

Ia mengatakan hal ini sangat bertentangan dengan Deklarasi Internasional tentang Pembela HAM (Human Right Defenders) yang disahkan pada 9 Desember 1998.

“Pasal 1 dari Deklarasi ini jelas mengatur tentang hak Advokat Veronica Koman sebagai individu yang bebas bekerja dan tidak boleh diintimidasi dalam bentuk apapun ketika menjalankan tugas advokasinya di tingkat nasional bahkan internasional,”kata Warinussy.

Hal tersebut telah dilindungi negara sebagai salah satu anggota Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB).

“Dugaan tindakan teror yang diarahkan kepada orang tua Veronica Koman adalah salah sasaran dan tidak proporsional bahkan cenderung dapat dipahami sebagai upaya sistematis yang terstruktur, sehingga patut dilakukan penyelidikan secara hukum oleh Polri hingga menemukan siapa pelakunya,” ujar Yan Christian Warinussy.

Direktur Eksekutif Lembaga Pengkajian, Pengembangan dan Pengembangan Bantuan Hukum (LP3BH) Manokwari, Papua Barat ini menyatakan bahwa lembaganya akan memberi perhatian dan terus mengawal proses hukum, hingga polisi menemukan pelaku di balik dugaan teror tersebut.

TEMPO

  • Bagikan