Beranda News Nasional Rumah SBY Didemo, Ini Pernyatan DPP Partai Demokrat

Rumah SBY Didemo, Ini Pernyatan DPP Partai Demokrat

232
BERBAGI
Rachlan Nashidik (dok waspada.co.id)

TERASLAMPUNG.COM — Hingga Senin malam (6/2/2016) heboih cuitan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyoni yang rumahnya di Jl Jalan Mega Kuningan Timur VI, Jakarta, didemo ratusan mahasiswa, masih menjadi perbincangan hangat di media sosial.

Banyak pihak menyayangkan aksi demo bisa digelar di depan mantan presiden. Pihak Polsek Setiabudi mengaku kecolongan, sementara sejumlah petinggi Partai Demokrat turut gemas mendengar kabar rumah Ketua Umum Partai Demokrat itu digeruduk para mahasiswa.

Rachlan Nashidik, politikus Partai Demokrat, mengaku  sempat mewancarai mahasiswa yang demonstrasi di depan rumah mantan Presiden SBY. Menurutnya,  para mahasiswa tak tahu apa tuntutan mereka terhadap SBY.

“Saya menyesalkan adik-adik mahasiswa diarahkan untuk demo di rumah SBY. Diduga mereka  peserta Jambore Nasional di Cibubur. Kemungkinan mereka ditunggangi dan diprovokasi oleh elite politik tertentu untuk demonstrasi di rumah SBY,” kata aktivis HAM itu.

“Pas saya tanya mahasiswa justru baru tahu rumah SBY, makanya polisi harus menyelidiki siapa di balik ini,” imbuhnya,

Berikut pernyataan DPP Partai Demokrat yang dikirim ke redaksi Teraslampung.com:

1. Menyesalkan aksi unjuk rasa ke kediaman Presiden RI ke 6 yang dilindungi UU seperti berlaku pada Presiden-Presiden RI yang lain. Padahal, apabila mahasiswa bermaksud melakukan protes, aksi bisa dilakukan di kantor DPP Partai Demokrat. Kami terbuka pada dialog dan mengakui unjuk rasa damai adalah hak konstitusional kita semua.

2. Mempertanyakan kenapa aparat hukum terlambat datang dan gagal melakukan langkah preventif, mengingat info demo ke kediaman Presiden RI ke enam sudah beredar di media sosial dalam beberapa hari terakhir. Infonya, pelaku demo adalah mahasiswa yang melakukan pertemuan di Cibubur dimana Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki dan Antasari Azhar hadir memberi pengarahan.
3. Mempertanyakan apakah kelambanan aparat hukum dan kegagalannya mengambil tindakan preventif tersebut adalah buah dari inkompetensi atau kesengajaan membiarkan? Apakah Polisi _unable_ atau _unwilling_ menjalankan tugasnya melindungi Presiden RI ke enam? Kapolri perlu memberi penjelasan.
4. Mengecam siapapun aktor politik yang menipu dan memanipulasi para mahasiswa demi kepentingan dan tujuan politik jangka pendek. Adalah fakta bahwa sebagian besar mahasiswa yang diajak berdemo tadi tidak mengetahui bahwa rumah yang mereka datangi adalah kediaman Presiden Ri ke-enam.
5. Menyerukan kepada mahasiswa untuk lebih berhati-hati menjaga dirinya dari godaan politik partisan yang sengaja menyeret mereka ke dalam konflik politik kekuasaan.
Jakarta, 6 Februari 2017
Rachland Nashidik
Juru bicara DPP Partai Demokrat