Beranda Hukum Narkoba Rumahnya Digeledah BNNP, Ini Tanggapan Kepala Lapas Kalianda

Rumahnya Digeledah BNNP, Ini Tanggapan Kepala Lapas Kalianda

1584
BERBAGI
Kepala Lapas Kelas II Kalianda Muchlis Adjie saat memberikan keterangan terkait penggeledahan yang dilakukan petugas BNNP Lampung di rumah dinasnya dan ruangan kerjanya.
Kepala Lapas Kelas II Kalianda Muchlis Adjie saat memberikan keterangan terkait penggeledahan yang dilakukan petugas BNNP Lampung di rumah dinasnya dan ruangan kerjanya.

Zainal Asikin | Teraslampung.com

LAMPUNG SELATAN —  Kepala Lebaga Pemasyarakaan (Lapas) Kelas II A Kalianda, Muchlis Adjie, mengatakan pemberantasan peredaran narkotika khususnya di dalam Lapas sudah menjadi komitmen dari Kementerian Hukum dan HAM. Menurutnya, tidak ada toleransi lagi bagi oknum pegawai Kemenkum-Ham yang terlibat dalam peredaran narkoba.

Sebagai bentuk komitmen tersebut, kata Muchlis, dirinya mempersilakan petugas BNNP Lampung untuk melakukan penggeledahan baik di rumah dinasnya maupun di  ruangan tempatnya bekerja yang ada di Lapas Kalianda.

“Kita sangat terbuka, dan saya juga mempersilahkan teman-teman dari BNNP Lampung untuk menggeledah rumah dinas saya dan juga ruangan kerja saya,”ujarnya, usai mendampingi petugas BNNP Lampung saat melakukan penggeledahan di rumah dinasnya dan ruangan kerjanya, Jumat 11 Mei 2018.

Muchlis mengaku,  saat seorang anak buahnya (sipir Lapas) dan seorang napi dicokok polisi dirinya sedang mengambil izin cuti untuk menghadiri resepsi pernikahan. Begitu mendapat informasi adanya penangkapan tersebut, saat itu juga ia langsung pulang.

Muchlis adjie mengungkapkan, bahwa selama ini pengawasan terhadap anah buahnya telah berjalan dengan baik. Selain itu juga, sudah ada SOP baku untuk petugas jaga di Lapas. Mengenai salah satu anggota petugas jaga pintu utama yang terlibat kasus narkoba dan saat ini ditangani oleh BNNP Lampung, selama ini terlihat memenuhi SOP dalam menjalankan tugasnya.

“Selama ini yang bersangkutan terlihat tegas, dan tidak pernah terlihat sesuatu ada yang janggal dalam melaksanakan tugasnya,”ungkapnya.

Menurutnya, jumlah napi yang menjalani hukuman di Lapas kelas II A Kalianda ini, mencapai 667 napi. Sementara kapasitas Lapas sendiri, hanya menampung 254 napi.

Muchlis mengatakan, petugas jaga di Lapas Kalianda saat ini hanya ada 10 orang dan dalam satu regu bertugas secara bergantian. Sehingga, menurut Muchlis Adjie, tidak semua pos tersebut dapat terisi.

“Sebagian besar napi yang menjalani hukuman di Lapas Kalianda ini merupakan napi kasus narkoba. Agar kejadian serupa tidak terulang kembali, kedepannya akan kami tingkatkan kembali pengawasan dan keamanannya,” katanya.