Beranda News Jiran Sumatera RUMAN Aceh Gelar BuBar Ketiga bagi 150 Anak

RUMAN Aceh Gelar BuBar Ketiga bagi 150 Anak

294
BERBAGI
Anak-anak berbuka puasa bersama di RUMAN Aceh. (Ist)

BANDA ACEH, Teraslampung.com  – Rumah Baca Aneuh Nangroe (RUMAN) Aceh kembali menyalurkan amanah dari donatur -yang tidak mau disebutkan identitasnya- berupa hidangan buka puasa bersama (Bubar) anak-anak dan masyarakat sekitar tempat Lembaga Pendidikan cuma-cuma itu berada. Juga ada santunan bagi anak yatim, piatu dan yatim piatu binaan Divisi Anak RUMAN Aceh.

Ahmad Arif, pendiri dan Direktur Lembaga Pendidikan RUMAN Aceh, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih kepada para donatur yang selama ini peduli terhadap RUMAN Aceh. Menurut Arif, Ramadan merupakan bulan untuk maksimalisasi kebajikan kepada sesama.

“Terlebih lagi bagi mereka yang berkekurangan. Anak yatim, fakir, miskin, muallaf, penyandang disabilitas dan lainnya yang termasuk senif zakat.Eksistensi kita berbanding lurus dengan kontribusi kepada sesama. Keshalihan personal dituntut untuk mampu beriringan dengan keshalihan sosial,” kata Arif, di Banda Aceh, Selasa (22/7).

         
Hal serupa diungkapkan Riski Sopya, Kepala Divisi Anak RUMAN Aceh. “Kami haturkan banyak terima kasih kepada keluarga hamba Allah yang telah mendonasikan seluruh tabungan mereka untuk acara ini. Hanya Allah yang mampu membalasi kebaikan mereka,” kata Riski.

Bubar ketiga yang digelar pada hari Minggu (21/7) kemarin di Balee Taqwa Desa Punge Blangcut, Kecamatan Jaya Baru, Banda Aceh dimeriahkan oleh kehadiran 150 anak dan masyarakat sekitar.

Seperti ifthar edisi pertama dan kedua pada awal dan pertengahan Ramadan ini, rangkaian kegiatan Bubar ketiga juga dimulai dengan membaca buku untuk memenuhi asupan ‘aqliyah (nalar dan akal) sebelum member asupan jasadiyah (fisik).
         
Ustad Husni Suardi bertindak sebagai penceramah pada 15 menit sebelum tiba waktu berbuka. Ustad muda nan energik ini memotiviasi anak-anak untuk rajin belajar. Sebab, menurutnya, tidak ada ada beda antara anak orang berpunya dengan anak orang papa.
         
 “Yang membedakan hanya kesungguhan dalam belajar. Anak orang kaya bisa gagal bila tak rajin belajar. Sebaliknya, bila bersungguh-sungguh, bisa saja anak orang miskin berhasil”, ungkapnya berapi-api.
         
Usai berceramah, ustad yang juga guru di sekolah formal ini diminta oleh RUMAN Aceh untuk membagikan santunan bagi 20 anak yatim, piatu dan yatim piatu binaan Divisi Anak RUMAN Aceh sejak dimualinya bimbingan belajar gratis pada awal April 2013 lalu. Pada saat bersamaan, setiap anak yang hadir juga menerima uang jajan senilai dua ribu rupiah.
         
Begitu suara sirine terdengar, Ustad Suardi memimpin doa berbuka puasa. Dan, akhirnya, semua hadirin menikmati hidangan pembuka dan makan malam bersama dengan wajah riang gembira.

Loading...