Beranda Ekbis Keuangan Rupiah Jeblok, BI: Demo Timbulkan Kegelisahan di Pasar Finansial

Rupiah Jeblok, BI: Demo Timbulkan Kegelisahan di Pasar Finansial

52
BERBAGI
Suasana ricuh aksi unjuk rasa di depan Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa, 24 September 2019. Aksi demonstrasi mahasiswa menolak RUU bermasalah mulai ricuh sekitar pulul 16.15 WIB. TEMPO/Hilman Fathurrahman W
Suasana ricuh aksi unjuk rasa di depan Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa, 24 September 2019. Aksi demonstrasi mahasiswa menolak RUU bermasalah mulai ricuh sekitar pulul 16.15 WIB. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

TERASLAMPUNG.COM — Bank Indonesia atau BI angkat bicara menanggapi anjloknya nilai tukar rupiah belakangan ini. Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti menyatakan bahwa sejumlah demonstrasi ikut menyumbang bagi sentimen negatif bagi nilai tukar rupiah karena membuat pelaku pasar gelisah.

“Selain juga terkena sentimen kondisi global, pelemahan rupiah juga berkaitan dengan perhatian kondisi domestik terkait dengan demo mahasiswa yang dilihat selama dua hari ini tentunya menimbulkan kegelisahan di pasar finansial,” kata Destry di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta Selatan, Rabu 25 September 2019.

Sebelumnya, BI mengelar kegiatan focus group discussion yang membahas mengenai penerbitan Surat Berharga Komersial (SBK). Instrumen di pasar finansial tersebut dikeluarkan oleh BI untuk mendorong pendalaman pasar keuangan. Instrumen itu juga dikeluarkan untuk mengisi kekosongan pembiayaan dalam jangka waktu pendek yang masih minim.

Destry menjelaskan, beberapa hari terakhir rupiah memang tercatat tengah melemah. Menurut dia, saat ini nilai tukar rupiah berada pada level Rp 14.135 per dolar Amerika Serikat (AS). Padahal pada pekan sebelumnya nilai tukar rupiah masih berada di angka yang lebih stabil di level bawah Rp 14.100 per dolar AS.

Oleh karena itu, Destry berharap pasar uang bisa semakin dalam agar bisa meminimalisir gejolak nilai tukar rupiah. “Stabilitas pasar uang bisa tercipta itu yang kami harapkan,” kata Destry.

Sementara itu, data Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau JISDOR menunjukkan bahwa nilai tukar per Rabu, 25 September 2019 berada pada level Rp 14.134 per dolar AS. Angka ini melemah jika dibandingkan pada hari sebelumnya yang mencapai Rp 14.099 per dolar AS.

Sementara itu, berdasarkan data RTI, di pasar sekunder, rupiah diperjualbelikan pada level Rp 14.150 per dolar AS. Angka ini melemah sebesar 0,26 persen atau senilai 37 poin. Sedangkan selama sepekan terakhir nilai tukar rupiah tercatat melemah 0,64 persen.

Tempo

Loading...