Beranda News Internasional Rusia: Sanksi AS ke Militer China Bentuk Persaingan Tak Sehat

Rusia: Sanksi AS ke Militer China Bentuk Persaingan Tak Sehat

139
BERBAGI
Senjata rudal anti-pesawat lacak 2K22 Tunguska ditampilkan dalam Forum Teknis-Militer Internasional
Senjata rudal anti-pesawat lacak 2K22 Tunguska ditampilkan dalam Forum Teknis-Militer Internasional "ARMY" di Alabino, Rusia, Kamis, 23 Agustus 2018. 2K22 Tunguska dipersenjatai dengan senapan permukaan ke udara dan sistem rudal. REUTERS/Maxim Shemetov

TERASLAMPUNG.COM — Sanksi yang dijatuhkan Amerika Serikat kepada militer China akan berdampak pada industri manufaktur pesawat Sukhoi. Langkah Amerika Serikat ini, dinilai Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, sebagai persaingan yang tidak sehat.

Sebelumnya pada Kamis, 20 September 2018, Amerika Serikat mengumumkan rencananya menjatuhkan sanksi kepada Departemen Pengembangan Peralatan Angkatan Bersenjata China dan Direktur Departemen itu, Li Shangfu.

Sanksi dijatuhkan karena Angkatan Bersenjata China telah membeli peralatan pertahanannya dari Rusia, termasuk dari Sukhoi. Departemen itu juga telah meningkatkan transaksi yang signifikan ke Rosoboronexport, eksportir senjata terbesar Rusia.

Sanksi yang dijatuhkan diantaranya melarang Departemen Pengembangan Peralatan Angkatan Bersenjata China mengajukan izin ekspor senjata dan berpartisipasi dalam pertukaran militer di bawah yurisdiksi Amerika Serikat.

Selain Lavrov, Beijing juga geram dengan sanksi yang dijatuhkan Amerika Serikat itu. Pemerintah China menuntut agar sanksi-sanksi itu ditarik dan mengancam Washington akan menghadapi sejumlah konsekuensi jika tidak mencabut sanksi

“Kami menyerukan dengan tegas kepada Amerika Serikat untuk menghapus kesalahan dan membatalkan sanksi-sanksi. Jika tidak, Amerika Serikat harus menanggung konsekuensinya,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Geng Shuang, seperti dikutip dari RT.com, Jumat, 21 September 2018.

Kementerian Luar Negeri China dalam keterangannya mengatakan tidak berbasa-basi dengan pernyataan ini terkait penjatuhan sanksi ini. Dengan begitu, Washington harus segera memperbaiki kesalahan sebelum terlambat atau menghadapi konsekuensi atas keputusannya.

Tempo.co