Beranda News Nasional Rusuh di Jakarta 21 Mei Malam di, Ini Kesaksian Akademisi Lampung

Rusuh di Jakarta 21 Mei Malam di, Ini Kesaksian Akademisi Lampung

307
BERBAGI
Andi Desfiandi Berlindung dibelakang aparat krn dilempari batu dan bom molotov

TERASLAMPUNG.COM — Pro dan kontra soal biang rusuh di kawasan Tanah Abang, Selasa malam (21/5/2019) menghiasi lini masa media sosial sepanjang Rabu (22/5/2019). Polisi mengaku yang melakukan vandalisme bukan para pengunjuk rasa, tetapi perusuh.

BACA: Kerusuhan 22 Mei 2019, Polisi Sudah Tangkap 101 Orang

Sementara itu, banyak warganet menilai aparat kepolisian bertindak berlebihan karena menghalau pengunjuk rasa di luar SOP. Di sisi lain, polisi mengaku ada aturan waktu unjuk rasa. Kata polisi, unjuk rasa tidak bisa dilakukan hingga malam hari.

Di tengah pro kontra tersebut, akademisi Lampung, Dr. Andi Desfiandi, dalam kesaksiannya di Facebook mengaku ia berada di lokasi kerusuhan saat peristiwa itu terjadi. Menurut Andi, orang-orang yang melakukan keonaran tampak jelas. Ia sempat mengambil gambar situasi. Ia juga merekamnya.

Aparat menembak gas air mata dan menghalau perusuh hingga ke tanah abang dan mereka bertahan disana, ada juga yg lari ke petamburan dan kemudian terjadi penyerangan ke asrama brimob bahkan membakar kendaraan yang diparkir di sana. (Foto: Andi Desfiandi)

Ini kesaksian Andi Desfiandi:

Semalam kebetulan saya di lokasi kerusuhan dan melihat langsung apa yg terjadi mulai jam 00.40 hingga dini hari. Kerusuhan semalam hingga pagi hari tadi bukan dilakukan oleh pendemo tapi oleh orang2 yang sepertinya sengaja membuat kerusuhan dan keonaran.

Menyaksikan sendiri hujan batu, tembakan gas air mata, petasan, bom molotov serta bentrokan antara aparat dibantu warga dengan perusuh.

Mata perih dan sesak nafas serta hampir terkena batu yg melayang dan bau bensin dan api yg terbakar dari bom molotov serta teriakan2 provokatif cukup membuat merinding…tapi alhamdulillah bisa selamat.
Semoga tidak ada lagi kerusuhan yang sengaja dibuat seperti semalam dan bangsa ini kembali damai dan aman. Aamiin.

Negosiasi aparat dengan massa untuk pulang karena sudah jam 00.20 lewat jauh dari batas jam 18.00. Tapi ditolak massa bahkan beberapa menit kemudian mulai memprovokasi aparat dengan melempar botol dan batu..
Loading...