Beranda News Nusantara Rusuh di Tolikara, 11 Orang Tertembak

Rusuh di Tolikara, 11 Orang Tertembak

152
BERBAGI
Korban tembakan polisi di Karubaga (Foto: tabloidjubi.com)

JAYAPURA, Teraslampung.com – Idul Fitri di Papua diwarnai insiden yang berujung penembakan dan pembakaran beberapa kios. Insiden ini dipicu oleh kesalahpahaman antara warga Karubaga, Tolikara dengan umat muslim di Karubaga yang hendak menjalankan Sholat Ied.

Sindikasi media Teraslampung.com di Jayapura, tabloidjubi,com, melaporkan kronologi insiden pembakaran terjadi saat umat muslim yang hendak melaksanakan Sholat Ied bernegosiasi dengan warga Karubaga yang meminta Sholat Ied dilakukan di dalam masjid dan tidak menggunakan pengeras suara.

“Masyarakat menghendaki demikian karena di Tolikara ada seminar dan KKR oleh Pemuda GIDI dan umat Kristen sejak hari Selasa 15 Juli sampai 17 Juli 2015.

Dengan adanya seminar maka pemuda GIDI (Gereja Injili Di Indonesia) dan masyarakat di sana minta kepada umat muslim melakukan ibadah tanpa menggunakan pengeras suara karena akan mengganggu kegiatan yang dilakukan oleh Pemuda GIDI,” kata sumber Jubi yang tak ingin disebutkan namanya ini melalui sambungan telepon, Jumat (17/7/2015).

Sekitar pukul 05.00 pagi waktu setempat, lanjutnya, pemuda dan umat Kristen datang untuk bernegosiasi agar mereka (umat Muslim) yang sedang mempersiapkan Sholat Ied. Namun permintaan tersebut ditolak. Akhirnya terjadi adu mulut dan saling lempar. Saat itulah aparat kepolisian datang di TKP mengeluarkan tembakan sehingga mengakibatkan 4 orang Papua terluka.

Karena tembakan ini, masyarakat marah dan melakukan pembakaran beberapa kios di Karubaga. Polisi kembali melakukan penembakan pada warga Karubaga yang mengakibatkan 11 orang terluka lagi.

Sebelum kegiatan Seminar dan KKR di Tolikara pihak gereja sudah mengeluarkan surat pemberitahuan bahwa tidak ada aktifitas lain. Hal ini sudah diketahui oleh Kapolres Tolikara.

Kepala bidang (Kabid) Hubungan Masyarakat (Humas) Polda Papua, Kombes Pol Patrige di Kota Jayapura, membenarkan peristiwa yang terjadi di Karubaga ini.

“Jajaran di lapangan melaporkan demikian,” kata mantan Kapolres Merauke itu, seperti dikutip Kantor Berita Antara, Jumat (17/7/2015).

Menurut dia, berdasarkan laporan yang diterima, pada saat berlangsung salat Idul Fitri pada takbiran pertama datang sekelompok massa berteriak-teriak.
“Karena mendengar demikian, umat muslim yang ibadah memilih menghindar dan berlindung di Koramil dan Pos 756/WMS,” katanya.

Tak berselang beberapa lama kemudian, sekelompok masyarakat penyerang melakukan pelemparan ke arah rumah ibadah dan selanjutnya membakar beberapa kios yang ada disekitar tempat tersebut.

“Enam unit rumah dan 11 kios dilaporkan terbakar,” katanya.

Loading...