Ruwat Laut, Para Nelayan Kalianda Melarung Kepala Kerbau dan Sesaji di Tengah Laut

Bagikan/Suka/Tweet:

Iwan J Sastra/Teraslampung.com

Pj Bupati Lampung Selatan, Kherlani membuka acara ruwat laut dengan melepas balon ke udara

LAMPUNG SELATAN – Masyarakat Nelayan di Kalianda, Lampung Selatan, menggelar acara ruwat laut yang ditandai dengan melepaskan kepala kerbau dan sesaji di tengah laut Kalianda, Minggu (22/11) pagi, sekitar pukul 09.00 WIB.

Kegiatan ruwat laut yang dipusatkan di Lokasi PPI Dermaga Bom Kalianda itu, dilakukan para nelayan untuk mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan atas berkah hasil tangkapan ikan yang melimpah selama satu tahun ini.

Bagi warga di luar komunitas nelayan, kegiatan ruwat laut menjadi tontonan menarik bahkan seperti acara pariwisata,

Ketua Panitia ruwat laut Arifin menuturkan, acara ruwat laut atau pesta laut merupakan tradisi tahunan masyarakat nelayan, khususnya nelayan Kalianda. Menurutnya, untuk puncak acara ruwat laut ini, ditandai dengan melarung kepala kerbau, dan sesaji di tengah laut.

Dia menjelaskan, kegiatan ruwat laut yang didukung oleh Pemkab Lamsel dalam hal ini Dinas Kelautan dan Perikanan, serta Pokmaswas dan rukun nelayan Kalianda, dimulai sejak Sabtu (21/11) malam, hingga Minggu (22/11) siang.

“Rangkaian acaranya yakni menggelar kesenian wayang golek, jaipongan dan organ tunggal pada Sabtu malam, lalu kesenian kuda kepang sekaligus pelepasan kepala kerbau dan sesaji ke tengah laut, dengan iring-iringan perahu hias pada hari ini,” ujar Arifin, kepada Teraslampung.com, di sela-sela acara, pagi tadi.

Mengarak kepala kerbau untuk dilarung di laut.

Diungkapkannya, tujuan dari ruwat laut ini selain merupakan salah satu budaya serta adat istiadat tradisional nelayan Cirebon, juga sebagai cerminan rasa syukur atas kebesaran Allah SWT, sekaligus dalam rangka pelestarian budaya adat masyarakat Cirebon yang diterapkan para nelayan di Kalianda, Lampung Selatan.

“Dengan acara ruwat laut ini, diharapkan bisa memberikan sumber kehidupan nelayan yang lebih baik, guna mendukung perkembangan pembangunan daerah pesisir di Kalianda, Lampung Selatan,” katanya.

Pantauan Teraslampung.com, sebelum dilarung ke tengah laut, kepala kerbau dan sesaji yang diletakkan di dalam miniatur perahu, diarak oleh warga nelayan dari lingkungan Way Urang, Kalianda menuju PPI Dermaga Bom Kalianda, dengan berjalan kaki yang dipimpin langsung oleh pembina nelayan Kalianda Misri.

Hadir dalam acara tersebut Penjabat (Pj) Bupati Lampung Selatan Kherlani, yang sekaligus membuka acara ruwat laut secara resmi, dengan ditandai pelepasan balon ke udara, didampingi oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Meizar, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Fauziah Arief, serta Kepala Satpol PP Lampung Selatan Suryadi.