Beranda Ruwa Jurai Lampung Selatan Rycko Menoza Menangis saat Tenaga Harian Lepas Membacakan Puisi Perpisahan

Rycko Menoza Menangis saat Tenaga Harian Lepas Membacakan Puisi Perpisahan

161
BERBAGI

Iwan J Sastra/Teraslampung.com

Rycko Menoza (tengah) tampak mengusap air matanya pada acara perpisahan dirinya selaku Bupati Bupati Lampung Selatan dengan para pegawai Pemkab Lampung Selatan, di Lapangan Tenis Indoor Kalianda, Rabu (5/8/2015). 

KALIANDA – Acara  pelepasan bupati dan wabup Lampung Selatan yang dihadiri kurang lebih seribu tamu undangan di Lapangan Indoor Kalianda, Lampung Selatan, Rabu pagi (5/8/2015)  berlangsung khidmat namun penuh dengan rasa haru dan sedih. Keharuan tampak jelas terlihat dari raut wajah Bupati Rycko Menoza, hingga ia pun tanpa sadar meneteskan air mata, saat seorang tenaga harian lepas sukarela (THLS) bernama Novi membacakan langsung puisi hasil karyanya itu dengan penuh ekspresi. 

Para tamu undangan yang hadir, khususnya para pejabat Pemkab Lampung Selatan pun, tak luput dari rasa sedih dan haru. Suasana haru dan kesedihanpun semakin menjadi, saat sebuah lagu berjudul “Pergi Untuk Kembali” Karya Cipta Minggus Tahitu dilantunkan oleh Aan Alfat PNS dari Dinas Pariwisata Lampung Selatan usai pembacaan puisi. Tak sedikit para tamu undanganpun turut bernyanyi hingga diakhir lagu.

Pada kesempatan itu, Bupati Rycko Menoza menyampaikan permohonan maaf kepada para pejabat dan seluruh pegawai Pemkab Lampung Selatan serta masyarakat, atas apa yang dia perbuat baik yang disengaja maupun tidak sengaja, selama lima tahun menjabat sebagai bupati di kabupaten serambi pulau sumatera ini.

“Saya dan pak Eki beserta keluarga memohon maaf kepada semua, jika selama ini telah membuat kesalahan baik yang disengaja maupun tidak disengaja. Saya pun mengucapkan banyak terimakasih atas kerjasama yang terjalin selama ini. Berkat adanya kerjasama dan kekompakan itu, maka terciptalah pencapaian pembangunan yang lebih baik di Kabupaten Lampung Selatan ini,” katanya.

Inilah puisi yang membuat Rycko Menoza menangis:
Langit masih dipenuhi awan seputih kapas hari ini
ingin ku terbang meraihnya….
dan ku berikan kepada mu sebagai tanda
kekaguman dan cinta ku kepada mu….


Pada negeri ini, kau banyak berkorban…
Pengorbanan mu menghasilkan karya nyata
Kau jaga keutuhan setiap sendi kehidupan
demi kecintaan mu pada Lampung Selatan


Wahai….
Bapak, ibu yang kami cinta..
Hari ini adalah, hari akhir baktimu disini
tapi bukan pada bangsa….
dan tidak berarti semangat mu ikut pergi….


Hari ini…
Saat kau harus pergi…
kala dirimu harus merelakan kami semua
tetap disini….
Tidak ada yang sepadan untuk kami
berikan kepadamu….
Sebesar pengorbanan mu untuk kami….


Tak rela rasanya melepas mu…
dan akan kami tahan langkah mu…
agar tidak ada hari esok…


Terima kasih bapak…
ibu….terima kasih
untuk hadir mu dan inspirasimu…
dalam karya…
dalam bakti mu….