Beranda News Lampung Sabtu Pagi Gunung Anak Krakatau Masih Semburkan Abu Vulkanik

Sabtu Pagi Gunung Anak Krakatau Masih Semburkan Abu Vulkanik

520
BERBAGI
Gunung Anak Krakatau dilihat dari Pos Pantau Hargopancuran, Rajabasa, Lampung Selatan, Sabtu pagi (11/4/2020).

Zainal Asikin | Teraslampung.com

Lampung Selatan — Letusan atau erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) yang terjadi Jumat (10/4/2020) malam masih erupsi hingga Sabtu pagi tadi dan menyemburkan abu vulkanik warna hitam pekat hingga ketinggian 200-500 meter di atas permukaan laut. Hal itu diketahui dari pengamatan Pos pemantau GAK di Desa Hargopancuran, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, Sabtu (11/4/ 2020).

BACA: Gunung Anak Krakatau Meletus, Ini Penjelasan Lengkap Badan Geologi

Di lokasi Pos Pantau Pengamatan Gunung Anak Krakatau (GAK) Desa Hargopancuran, Kecamatan Rajabasa, tampak terlihat Plt Bupati Lampung Selatan, Nanang Ermanto bersama Kapolres Lampung Selatan, AKBP Eddie Purnomo dan Kepala BPBD Lampung Selatan, M Darmawan meninjai aktivitas GAK.

Pengamatan Gunung Anak Krakatau (GAK) dari pengamatan Pos pemantau GAK di Desa Hargopancuran, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, erupsi Gak masih mengeluarkan abu vulkanik dengan kolom abu teramati 200 meter di atas permukaan laut.

Kolom abu teramati berwarna kelabu dan hitam, dengan intensitas sedang hingga tebal condong kearah selatan. Erupsi GAK ini, terekam di seismogram dengan amplitude maksimum 40 mm dan durasi 1 menit 12 detik. Visual letusan strombolian terus menerus, teramati dari CCTV dan status GAK saat ini berada pada status level 2 (waspada).

“Benar, dari semalam hingga pagi tadi masih ada letusan, namun sudah tidak teramati lagi letusannya karena tertutup kabut tebal,”kata Suwarno, petugas Pos pemantau GAK di Desa Hargopancuran, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, Sabtu (11/4/ 2020).

BACA: Gunung Anak Krakatau Meletus, Dentuman Suaranya Terdengar Hingga Jakarta

Suwarno mengutarakan, letusan Gunung Anak Krakatau (GAK) mulai terjadi Jumat (10/4/220) malam sekitar pukul 22.35 WIB, teramati 2 kali letusan dengan ketinggian abu kolom 200-500 meter di atas puncak. Kolom abu tersebut, teramati berwarna kelabu dan hitam dengan intensitas sedang hingga tebal condong ke arah utara.

“Erupsi Gunung Anak Krakatau terekam di seismograf dengan amplitude maksimum 40 mm dan durasi kurang lebih 38 menit 4 detik. Meski telah terjadi letusan, status GAK masih berada di Level II atau Waspada,”jelasnya.

Ia juga mengimbau, Kepada wisatawan, agar tidak mendekati gunung dalam radius 2 Km mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Selain itu juga, masyarakat tetap tenang tapi selalu waspada dan gunakan masker karena di khawatirkan adanya abu vulkanik.

“Saya harap, masyarakat tetap tenang dan jangan cepat atau mudah termakan isu-isu yang tidak bisa di pertanggung jawabkan,”pungkasnya.

Loading...