Beranda Teras Berita Salinan Kasasi MA Keluar, Adik Bupati Pesawaran akan Segera Jalani Hukuman Penjara

Salinan Kasasi MA Keluar, Adik Bupati Pesawaran akan Segera Jalani Hukuman Penjara

1419
BERBAGI
Doddy Anugerah Putra (dok lampost.co)

Zainal Asikin/Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG-Pengadilan Negeri (PN) Kelas IA Tanjungkarang, Senin (12/10) telah menerima salinan putusan kasasi R Doddy Anugrah Putra, mantan Kepala Sub-Bagian Keuangan Pemkab Pesawaran, terpidana kasus korupsi pengadaan kendaraan dinas (randis) Kabupaten Pesawaran senilai Rp1,15 miliar tahun 2013 silam.

Dengan diterimanya salinan putusan tersebut, tak lama lagi adik kandung Bupati Pesawaran Aries Sandi Dharma Putra itu harus menjalani hukuman atas kasasi  Mahkamah Agung (MA) selama empat tahun penjara.

Humas Pengadilan Negeri  Tanjungkarang, Nelson Panjaitan menuturkan, pihaknya saat ini
masih melakukan administrasi yang kemudian secepatnya akan dikirimkan ke pihak kejaksaan dan kuasa hukum terpidana.

“Ya sudah kami terima salinan putusannya, Senin tadi sekitar pukul 13.00 WIB. Surat itu akan dinaikkan dulu ke Ketua PN. Kemudian, surat akan di disposisikan.setelah itu, baru akan diberitahukan kepada jaksa dan terpidana,”tutur Nelson, Senin (12/10).

Sementara Kasi Penkum Kejati Lampung, Yadi Rachmat saat dikonfirmasi terkait hal tersebut mengaku, pihaknya akan segera melakukan eksekusi terhadap terpidana Doddy Anugrah Putra jika sudah menerima salinan putusan tersebut dari PN. (Baca: KY Minta Kejaksaan Segera Menahan Doddy Anugerah Putra).

Apabila nantinya telah menerima salinananya, kata Yadi, pihak kejaksaan tidak langsung serta merta untuk melakukan eksekusi.

“Yang jelas, ada tahapan-tahanap prosedural dan tidak bisa kita langsung eksekusi setelah menerima salinan. Nantinya kita akan panggil dulu, ya secepatnya kami akan laksanakan perintah dalam putusan itu,”kata Yadi.

Diketahui, selain Doddy Anugrah Putyra, masih ada satu lagi anak mantan Bupati Tulangbawang,
Abdurachman Sarbini alias Mance, yang juga tersandung masalah hukum yakni Richard Maulana yang divonis tujuh bulan penjara oleh Mahkamah Agung. Hingga saat ini, belum juga dieksekusi oleh pihak Kejaksaan.

Ketika disinggung terkait denga hal tersebut, Yadi mengaku masih melakukan proses administrasi untuk mengeksekusi Ricad. “Perkara itu,  masih dalam proses,”ujarnya.

Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Batubara, yang menangani perkara Richard, mengaku belum dieksekusinya Richard, lantaran ada beberapa proses administrasi yang masih harus diselesaikan. Padahal, kasasi dari MA yang memvonis Richard tujuh bulan penjara, sudah lama diterima oleh kejasaan.

“Ada tahapan dalam melakukan proses eksekusinya, saat ini sedang kami selesaikan,” kata JPU.

Seperti diketahui, dalam salinan putusan kasasi mahkamah Agung (MA) yang diunggah di Direktori Putusan pada 18 Agustus 2015 lalu. Ketua Majelis Hakim Artidjo Alkostar, dengan hakim anggota M.S. Lumme dan M. Askin menyatakan Doddy bersalah dalam perkara yang telah merugikan negara mencapai Rp127,3 juta.

Kasasi perkara ini sudah diputus sejak 3 Desember 2014 silam. MA memvonis Doddy Anugrah Putra selama empat tahun penjara dalam amar putusan perkara dengan nomor register 2319 K/PID.SUS/2013. Dimana, majelis hakim menyatakan terdakwa Doddy Anugerah telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama.

Sedangkan untuk terpidana Richard, MA menolak kasasi Richard atas kasus pengancaman dengan senjata api kepada seorang anggota satuan pengamanan (Satpam) Hotel Novotel, M.Septo pada 14 Juli 2011 silam.

Awalnya, jaksa Batubara menuntut Richard selama satu tahun penjara karena terbukti melanggar Pasal 1 ayat 1 UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang kepemilikan senjata api tanpa izin. Lalu. Hakim PN Tanjungkarang, memvonis tujuh bulan penjara. Di Pengadilan Tinggi (PT) Tanjungkarang dia divonis 1 tahun dengan percobaan selama 2 tahun penjara. Namun, di Mahkamah Agung dijatuhi vonis tujuh bulan penjara.