Sastrawan Ajak Siswa Budayakan Baca dan Tulis

  • Bagikan
Tauik Ismail

Makassar, Teraslampung.com–Sastrawan Bicara Siswa Bertanya (SBSB) 2014 telah usai digelar di beberapa kota di Indonesia. Kegiatan yang diadakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah Kemdikbud ini bertujuan melahirkan kecintaan siswa untuk membaca buku dan melatih siswa rajin menulis, mengungkapkan ide-ide dan pikiran melalui suatu tulisan. Sehingga terciptalah budaya membaca dan menulis di kalangan siswa SMA.

Dengan menghadirkan para sastrawan nasional di hadapan para siswa, Kemdikbud mengajak semua siswa SMA di Indonesia supaya rajin membaca dan menulis karangan.

Rahmat, Kepala Sekolah SMAN 5 Kota Makassar, yang menjadi lokasi terakhir kegiatan SBSB menyambut baik kedatangan para sastrawan nasional, Sabtu (11/10/2014). “Kami ucapkan selamat datang para sastrawan nasional di Kota Anging Mamiri atau Kota Daeng pada kegiatan Sastrawan Bicara Siswa Bertanya”, ungkap Rahmat.

Sambutan tak kalah hangat juga datang dari siwa. Mita salah satu siswi SMAN 5 Kota Makasar mengungkapkan rasa bangga bahwa sekolahnya telah menjadi lokasi diadakan SSB. “Kami senang dan bangga, sekolah kami dapat dikunjungi oleh para sastrawan nasional yang menghasilkan suatu karya yang luar biasa, semoga menjadi motivasi buat kami” ujarnya.

Taufik Ismail, salah satu sastrawan yang hadir pada kegiatan SBSB di Makassar ini mengangkat karakteristik siswa di negara Rusia yang memiliki sastrawan-sastrawan hebat. Negara ini mengajarkan siswa tata bahasa cukup di SD dan SMP, sedangkan di SMA untuk mata pelajaran sastra cukup belajar membaca dan menulis karangan. “Jadi apa yang dipelajari siswa SMA di Rusia, yaitu membaca, mebaca, membaca kemudian menulis, menulis, dan menulis” tutur Taufik seraya memberi motivasi kepada seluruh siswa.

Ia mengatakan siswa SMA di Rusia wajib membaca novel Perang dan Damai karya Leo Tolstoy. “Novel dengan jumlah halaman 1800 dan terdiri dari atas tiga jilid besar yang jika ditumpuk tebalnya setinggi 1 m ini harus dibaca oleh semua siswa SMA Rusia” kata Taufik seraya membandingkan dengan novel-novel terkenal Indonesia.

Sastrawan lulusan Dokter Hewan ini mengatakan bahwa membaca dan mengarang itu seperti kakak-adik kandung dimana tujuan daripada mengarang itu adalah supaya siswa mampu menerjemahkan apa yang ada di dalam pikiran menjadi bentuk tulisan yang dapat dibaca.

“Melalui kegiatan SBSB yang bagus ini semoga pelajaran mengarang di sekolah menjadi lebih maksimal” tutur Taufik.

R/kemendikbud

  • Bagikan