Beranda Seni Sastra Sastrawan Lampung Muhammad Harya Ramdhoni Raih Hadiah Sastra Rancage 2018

Sastrawan Lampung Muhammad Harya Ramdhoni Raih Hadiah Sastra Rancage 2018

169
BERBAGI
Muhammad Harya Ramdhoni Juliarsyah

TERASLAMPUNG.COM — Sastrawan Lampung, Muhammad Harya Ramdhoni, meraih penghargaan bergengsi Hadiah Sastera Rancagé 2018 diumumkan. Pengumuman berlangsung di Perpustakaan Ajip Rosidi, Bandung, Rabu (31/2) dalam gelaran Manghayubagya Milangkala atau Hari Ulang Tahun Ajip Rosidi ke-80 tahun.

Hadiah Sastra Rancage yang digagas dan diparkarsai Ajip Rosidi yang mulai digelar tahun 1989 ini merupakan ajang yang ajek ditaja tiap tahun dalam menapresiasi karya sastra berbahasa daerah.

Sastrawan Lampung tercatat sudah beberapa kali berhasil membukukan prestasi dalam ajang ini, antara lain; Udo Z Karzi alias Zulkarnain Zubairi, Fitriyani.

Hadiah Rancagé 2018 untuk sastra Lampung kali ini diraih Muhammad Harya Ramdhoni melalui bukunya bertajuk Semilau, Sang Rumpun Sajak yang diterbitkan Pustaka LaBRAK, Bandar Lampung.

Dengan kemenangannya ini sastrawan Lampung Muhammad Harya Ramdhoni berhak mengantongi hadiah uang sebesar Rp. 5.000.000,- dan piagam penghargaan Rancage.

Dalam rilisnya Yayasan Budaya Rancage menulis Ramdhoni, sebelumnya, telah memperkenalkan diri i dengan roman Perempuan Penunggang Harimau (2011) dankumpulan cerpén Kitab Hikayat Orang-orang yang berjalan di atas air (2012).

“Muhammad Harya Ramdhoni memperlihatkan dirinya mampu menulis prosa, baik berupa roman maupun cerpén. Dan sekarang membuktikan bahwa menulis puisi pun dia bisa,” ujar Ketua Déwan Pembina Yayasan Kebudayaan Rancage Ajip Rosidi mengapresiasi sajak-sajak Ramdhoni dalam antologi Semilau.

Buku antologi Semilau memuat 69 sajak dan hampir semuanya bertutur mengenai legénda atau sejarah Sekala Brak (Skala Baka) dan tersisip di sela-selanya pengalamannya baik pengalaman sosial maupun pengalaman personal. Bahasa yang dipergunakannya adalah dialék Lampung Barat.

Bahasa Lampung Barat adalah salah satu dari dua dialék bahasa Lampung.

“Maka setelah dipertimbangkan dengan bijaksana, hadiah Rancagé tahun 2018 buat sastra Lampung disampaikan kepada Semilau, Sang Rumpun Sajak,” kata sastrawan yang lama bermukim di Jepang ini.

Tahun 2018 ini, ada enam bahasa yang masuk dalam pemilihan pemenang hadiah Rancagé, yaitu Sunda, Jawa, Bali, Lampung, Batak, dan Banjarmasin.

Dari 28 judul buku sastra Sunda yang terbit 2017, 15 judul yang dinilai, lalu dipilih dua nominasi yaitu Hiji Tanggal nu Dipasinikeun karya Wahyu Wibisana dan Miang karya Nazarudin Azhar. Akhirnya diputuskan pemenang Hadiah Sastra Rancage untuk Sastra Sunda adalah Nazarudin Azhar dengan kumpulan sajaknya, Miang.

Pemenang hadiah sastera Rancagé 2018 untuk Bahasa Jawa Suharmono K untuk kumpulan cerkaknya, Kakang Kawah Adi Ari-ari. Ia menyisihkan 20 karya lainnya yang dinilai.

Untuk sastra Bali, Hadiah Rancage 2018 dimenangkan Nirguna (I Gdé Agus Darma Putra) untuk karyanya, Bulan Sisi Kauha. Hadiah sastera Rancagé untuk sastra Batak tahun 2018 diberikan kepada Bangso nu Jugul Do Hami, kumpulan sajak Panusunan Simanjuntak.

Sedangkan Hadiah Rancagé untuk sastra Banjarmasin 2018 akan diserahkan kepada Pilanggur kumpulan cerpén karya Hatmiati Masy’ud.

Selain hadiah sastera Rancagé 2018, diberikan juga Hadiah Samsudi untuk buku bacaan anak-anak yang terbit dalam Bahasa Sunda. Penerima Hadiah Samsudi tahun ini adalah Tétti Hodijah untuk karyanya berjudul Ulin ka Monumén.

“Penyerahan hadiah Rancagé dan Samsudi tahun 2018 berupa piagam dan uang Rp5 juta akan dilakukan di Perpustakaan Ajip Rosidi, Jl. Garut No. 2, Bandung. Waktunya akan ditentukan kemudian, ” tutup sastarawan yang digolongkan HB Jassin dalam kelompok Sastrawan Angkatan 66 ini.

TL/Ch. Heru Cahyo Saputro