Beranda Seni Sastra Sastrawan Lampung Semacca Andanan Raih Hadiah Rancage 2020

Sastrawan Lampung Semacca Andanan Raih Hadiah Rancage 2020

156
BERBAGI
Dainurint Toenith alias Semacca Andanant saat menerima penghargaan Rancage, Jumat (31/1/2020). Foto: Udo Z. Karzi

TERASLAMPUNG.COM, Majalengka —  Dainurint Toenith alias Semacca Andanant, sastrawan berbahasa Lampung, menerima Hadiah Sastra Rancage 2020. Penyerahan penghargaan dilakukan di Jatiwangi Art Factory (JAF), Jalan Makmur 71, Jatisura, Kecamatan Jatiwangi, Jawa Barat, Jumat, 31/1/2020.

Dewan juri menilai karyanya yang berjudul Lapah Kidah Sangu Bismilah, Bandung & Hahiwang (diterbitkan Pustaka LaBRAK), memasukkan unsur modern dalam bandung dan hahiwang, dua bentuk sastra lisan-tradisional Lampung.

Semacca Andanant, seperti dikatakan Ketua Yayasan Kebudayaan Rancage Titi Surti Nastuti, berhasil mengungguli empat karya sastrawan Lampung lainnya, yaitu Sanjor Induh Kepira, kumpulan sajak karya Elly Dharmawanti; Muli Sikop sai Segok, kumpulan sajak Z.A. Mathikha Dewa; Lawi Ibung, kumpulan cerbun (cerpen) S.W. Teofani; dan Lunik-Lunik Cabi Lunik, kumpulan cerita mini Udo Z Karzi.

Selain sastra Lampung, Hadiah Rancage 2020 juga diberikan kepada sastrawan Sunda HD Bastaman untuk karyanya Ngankang Ka Pageto, Sastrawan Bali Ida Bagus Prawanasuta dengan karyanya Tresna Tuara Teked dan Sastrawan Batak Robinson Siagian untuk karyanya Guru Honor, sastrawan Jawa Irul S.Budianto untuk karyanya Kalung, dan sastrawan Madura Mat Toyu dengan karyanya Kerrong ka Omba .

Juga diserahkan Hadiah “Samsudi” untuk sastrawan Budi Riyanto Karung dengan karyanya bertajuk: Seri Obrolan Ade Erik Jeung Lanceukna (6 jilid).

Acara penyerahan hadiah diselenggarakan atas kerja sama Yayasan Kebudayaan Rancage dengan Jatiwangi Art Factory (JAF) dan merupakan rangkaian dari Napak Tilas 82 Tahun Ajip Rosidi.

Selain penyerahan hadiah, acara dimeriahkan oleh penampilan musik, pembacaan sajak, bazaar buku, dan pidato kebudayaan Ajip Rosidi.

Ketua Dewan Pembina Yayasan Kebudayaan Rancage Erry Riyana Hardjapamekas mengatakan, pengumuman dan penyerahan Haduah Sastra Rancage tahun ini karena dirangkai dengan napak tilas 82 tahun Ajip Rosidi.

Ajip kelahiran Jatiwangi, 31 Januari 1938. Penyerahan Rancage istimewa karena diselenggarakan di desa kelahiran Ajip Rosidi dan tanggal kelahirannya, 31 Januari. Dalam 32 kali penyerahan Rancage, hanya dua kali diserahkan pada tanggal 31 Januari, yaitu pada penyerahan Rancage pertama kali 1989 dan tahun ini.

“Semoga semangat merawat bahasa dan sastra daerah terus terjaga. Saya gembira karena dari Jatiwangi usaha itu terus mengalir. Jatiwangi untuk Indonesia demi kelestarian bahasa dan budaya Nusantara,” ujarnya.

Ajip Rosidi dalam kesempatan itu mengatakan,pemberian penghargaan Rancage ini merupakan bentuk apresiasi untuk para sastrawan yang tetap berkarya dengan menggunakan bahasa daerahnya. “Langkah ini salah satu upaya untuk keberlanjutan agar bahasa daerah punah seperti yang dikhawatirkan selama ini,” ujar sastrawan yang lama bermukim di Jepang ini.

Semacca Andanant  mengaku senang bisa  terpilih menjadi Pemenang Rancage 2020. “Mudah-mudah dengan diapreasi karya saatra daerah, akan mendorong rasa memiliki masyarajat atas bahasa ibu mereja,” kata dia di sela-sela acara penyerahan Rancage.

Di dalam bahasa dan sastra Lampung misalnya, kata dia, banyak mengandung nilai-nilai, ilmu pengetahuan, dan kearifan lokal. Karena itu pemilik bahasa dan saatea Lampung harus berupaya menjaga dan mengembangkannya sebagai bagian integral dari tamadun Lampung.

Loading...
BERBAGI
Artikel sebelumyaLongsor di Tapanuli Utara, Satu Warga Meninggal Dunia
Artikel berikutnyaHadiah Sastera Rancage 2020 untuk Sastera Lampung
Portal Berita Lampung: Terkini, Independen, Terpercaya