Satker di Lampung Selatan Dinilai Lamban dan tidak Serius Jalankan Program Unggulan

  • Bagikan

Iwan J Sastra/Teraslampung.com

Ir. Sutono, M.M.

KALIANDA – Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Lampung Selatan Ir. H. Sutono, MM, menilai program unggulan di 17 kecamatan se-Kabupaten Lamsel yang telah ditetapkan oleh Pemkab Lamsel, lamban dilaksanakan oleh masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dilingkungan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan.

Padahal, pemerintah daerah dalam hal ini Bupati Lampung Selatan H. Rycko Menoza SZP, sangat mengharapakan adanya gerakan dan keseriusan dari masing-masing SKPD dalam mengembangkan program unggulan ditiap kecamatan, guna mewujudkan peningkatan kesejahteraan masyarakat di kabupaten serambi pulau sumatera ini.

Hal itu, disampaikan Sutono saat memberikan arahan pada kegiatan ekspose perkembangan program unggulan kecamatan se-Kabupaten Lamsel, di Aula Krakatau, Kantor Bupati Lamsel, Selasa (7/10) siang.

Sutono mengatakan, untuk mempercepat jalannya program unggulan disetiap kecamatan, tiap-tiap satker terkait agar kiranya bisa menggerakkan lembaga-lembaga yang ada dimasyarakat seperti lembaga kepemudaan dan koperasi gabungan kelompok tani guna meningkatkan ekonomi dan pembangunan dimasyarakat.

“Sekarang ini, masyarakat Lamsel masih masuk dalam kategori warga miskin. Hal itu disebabkan masih kurangnya keseriusan masing-masing satuan kerja dalam menjalankan program unggulan ditiap kecamatan,” ujar Sutono.

Sutono mengatakan, saat Bupati Rycko Menoza baru memimpin Kabupaten Lampung Selatan, masyarakat Lamsel yang hidup dibawah garis kemiskinan angkanya mencapai 20 persen lebih. Dan sekarang angka tersebut menurun menjadi 16 persen. Sementara, untuk angka nasional 11,25 persen.

“Artinya masih begitu banyak masyarakat miskin di daerah kita ini (Lamsel, red). Untuk itu, saya meminta kepada semua Satker terkait, agar mempercepat gerakan dalam mencanangkan program unggulan di kecamatan,” ungkapnya.

Menurut Sutono, jika semua program unggulan tersebut dijalankan sesuai dengan ketentuan, maka dapat dijadikan landasan untuk menekan angka kemiskinan masyarakat di Kabupaten Lampung Selatan.

“Hal itu tentunya dibutuh gerakan yang memiliki kategori cepat untuk menuju kearah revolusi. Yakni revolusi maindset dan mental, supaya semuanya dapat dirasakan oleh masyarakat. Oleh karena itu, semua satker diharapakan bisa sama-sama melakukan gerakan cepat untuk mengejar ketertinggalan kemiskinan di Lamsel,” katanya.

  • Bagikan