Beranda Hukum Kriminal Satpam PT Wahyuni Mandira Pelaku Jambret Ditangkap Polisi saat akan Rayakan Idul...

Satpam PT Wahyuni Mandira Pelaku Jambret Ditangkap Polisi saat akan Rayakan Idul Fitri

1611
BERBAGI

Zainal Asikin/teraslampung.com

Waka Polsekta Telukbetung Utara Iptu Budi Harto saat tengah mengintrogasi tersangka Ipni seorang Satpam tambak udang PT Wahyuni Mandira (WM) salah seorang pelaku jambret di sembilan lokasi TKP di Kota Bandarlampung, Rabu (15/7).

BANDARLAMPUNG-Ipni (20) seorang petugas Satuan Pengamanan (Satpam) perusahaan tambak udang PT. Wahyuni Mandira (WM), Rawajitu, Kabupaten Tulangbawang, ditangkap petugas Unit Reserse Kriminal Polsekta Telukbetung Utara saat pulang ke rumahnya di Sukadanaham, Tanjungkarang Barat, Selasa (14/7) sekitar pukul 20.00 WIB. Ipni ditangkap setelah lama masuk daftar pencarian orang (DPO) karena terlibat penjambretan.

“Tersangka Ipni kami tangkap ketika pulang ke rumahnya untuk merayakan Lebaran bersama keluarganya. Selama dalam pelarian, tersangka Ipni kabur dan bersembunyi di daerah Bengkulu dan t pindah lagi ke daerah Rawajitu. Ditempat itu, tersangka Hipni bekerja di perusahaan tambak udang PT Wahyuni Mandira (WM) sebagai satuan pengamanan (satpam),”kata Wakil Kepala  Polsekta Telukbetung Utara Iptu Budi Harto kepada wartawan, Rabu (15/7).

Budi menuturkan, tersangka Ipni merupakan DPO pelaku penjambretan di Sembilan lokasi tempat kejadian perkara (TKP). Penangkapan tersangka Ipni, hasil pengembangan dari tersangka Riyan yang sudah lebih dulu ditangkap pada Tanggal 7 Januari 2014 silam yang saat ini masih menjalani hukuman di Lapas Way Hui.

Aksi penjambretan yang dilakukan tersangka Ipni, sambung Budi,  tersangka menjambret bersama dua orang rekannya Riyan dan Dian hingga saat ini masih buron (DPO). Saat menjambret, mereka menggunakan sepeda motor Honda Beat warna merah BE 4869 BH milik tersangka Dian.

Sasaran penjambretan yang dilakukan Ipni Cs, rata-rata korbannya adalah pengendara motor wanita. Sebelum melakukan aksinya, tersangka Ipni Cs berkeliling untuk mencari calon target korbannya. Setelah korban didapat, tersangka langsung merampas tas milik korban dan menendang korban hingga terjatuh dari sepeda motornya.

“Terakhir  tersangka Ipni Cs menjambret korban berinisial D di jalan Dr. Warsito, Telukbetung Utara. Dari aksinya itu, tersangka mengambil barang berharga milik korban sebuah dompet warna hitam didalamnya berisi uang Rp 1,2 juta, KTP, SIM C, Kartu ATM bank BCA dan tiga buah ponsel merk Blackberry onick,”ujarnya.

Hasil pemeriksaan, Budi menjelaskan, tersangka mengakui sudah Sembilan kali melakukan penjambretan bersama dua orang rekannya Riyan dan Dian (DPO). Empat kali menjambret bersama tersangka Riyan, dan lima kali dengan tersangka Dian (DPO).

Dari Sembilan lokasi TKP penjambretan, diwilayah hukum Polsekta Telukbetung Utara ada empat TKP. Seperti di Jalan Dr Warsito, Jalan Pangeran Diponegoro, Jalan Wolter Monginsidi, Jalan Cipto Mangunkusumo dan di depan SMP 18.

“Untuk TKP lainnya, di wilayah Polsekta Tanjungkarang Barat di daerah Kaliawi dan Pahoman dan di wilayah Polsekta Kedaton di daerah Rajabasa. Dari penangkapan tersangka, tidak ditemukan barang bukti. Sebab barang bukti hasil penjambretan, sudah habis digunakan tersangka untuk berpoya-poya. Kasus ini masih dikembangkan untuk mengungkap adanya TKP lain, dan petugas masih memburu tersangka Dian yang saat masih buron (DPO)”jelasnya.

Tersangka akan dijerat dengan pasal 363 KUHPidana tentang tindak pidana pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman sembilan tahun penjara.

Loading...