Satu Jabatan Ditempati Dua Pejabat, Salah Ketik atau?

Kantor Pemkab Lampung Utara (Foto: © Teraslampung.com)
Kantor Pemkab Lampung Utara (Foto: © Teraslampung.com)
Bagikan/Suka/Tweet:

Feaby Handana

Dalam dua hari ini, perhatian publik tertuju pada Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Lampung Utara. Penyebabnya? Apa lagi kalau bukan karena viralnya persoalan jabatan yang sama ditempati oleh dua orang.

Bukan hanya satu jabatan, ternyata ada sekitar tiga jabatan yang masing – masing ditempati oleh dua pejabat baru. Pejabat baru itu merupakan produk pelantikan di hari pertama kerja pada awal tahun 2022 ini.

Jabatan – jabatan dimaksud adalah Kepala Seksi Kesejahteraan Kecamatan Bungamayang, Kepala Subbagian Perekonomian Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah Kabupaten Lampung Utara, dan Sekretaris Camat Sungkaijaya. Masing – masing jabatan itu ditempati oleh dua pejabat baru.

Sah-sah saja jika (nantinya) Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Lampung Utara membantah bahwa terdapat kesalahan dalam data yang tersebar di masyarakat tersebut. Yang benar adalah yang tertulis di surat keputusan pengangkatan atau penempatan posisi seorang pejabat.

Kendati demikian, (mungkin) sulit rasanya bagi akal sehat kita semua untuk menerima alasan tersebut. Kalau yang salah hanya satu jabatan, mungkin alasan itu dapat diterima. Namun, faktanya bahwa kesalahan itu terjadi pada tiga posisi. Apa pun alasan yang disampaikan tentu tak akan mampu meredam opini negatif publik.

Diakui atau tidak diakui, opini negatif publik telah terbentuk akibat kegaduhan ini. Jangan – jangan kesalahan ini akibat proses penempatan pejabat tersebut ‎tidak begitu mengacu pada aturan yang berlaku. Jangan – jangan yang dikedepankan hanyalah faktor kedekatan, atau faktor pendukung lainnya, dan bukannya sebagaimana yang diharuskan.

Jika memang itu benar adanya, tentu sangatlah disayangkan. Kenapa?Karena kebijakan itu hanya akan membunuh peluang karier para Aparatur Sipil Negara yang benar – benar memiliki kemampuan mumpuni di bidangnya. Termasuk juga para ASN yang meniti karier dari nol.

Meski begitu, publik juga tak boleh terlalu berburuk sangka dalam peristiwa ini. Selain tak ada sedikit pun bukti yang mengarah ke dugaan tersebut, ‎bisa jadi kesalahan itu hanyalah akibat salah ketik saja. Jumlah keseluruhan pejabat yang ikut prosesi penyataraan fungsional dan yang mendapat promosi atau mutasi yang mencapai ratusan orang membuat peluang melakukan kesalahan semakin lebar.

‎Di samping itu, kita juga patut mengapresiasi keterbukaan yang dilakukan oleh BKPSDM Lampung Utara yang telah berbaik hati mau berbagi data ke publik mengenai para pejabat yang dilantik. Sikap seperti ini merupakan barang yang sangat langka semasa pemerintahan Bupati Agung Ilmu Mangkunegara.

Jangankan publik, para pejabat yang baru saja dilantik pun kebanyakan belum tahu jabatan apa yang akan mereka tempati kala itu. Andaipun tahu, itu hanyalah orang – orang tertentu saja. Orang – orang yang bisa jadi dekat dengan sumbu kekuasaan kala itu. Di luar itu, mereka baru akan mengetahuinya saat menerima SK pengangkatan mereka dari BKPSDM.

Peristiwa ini hendaknya dapat dipetik hikmahnya dengan baik oleh seluruh pejabat yang terlibat dalam proses tersebut. Jadikan kesalahan yang terjadi untuk berbuat yang lebih baik lagi di masa mendatang.

Jangan tanggapi kritik atau opini masyarakat dalam peristiwa ini dengan berlebihan. Jangan jadikan apa yang terjadi ini sebagai alasan untuk pelit dalam berbagi data seputar apa pun termasuk data pejabat yang baru dilantik.

Peristiwa yang terjadi ini juga wajib hukumnya untuk tidak terulang. Peristiwa yang sama hanya akan membuat opini publik kian liar dan lebih tak terkendali. Puncaknya, kepercayaan publik bukan hanya tergerus, tapi juga akan terjun bebas hingga ke titik nadir.

Ketidakpercayaan publik hanya akan berujung pada tersendatnya pelaksanaan pelbagai program atau kegiatan yang akan dilakukan pemkab. Apa pun kebijakan yang dijalankan mungkin akan sulit untuk mencapai target karena publik tak lagi memberikan dukungan sepenuhnya.***