Satu Tersangka Pencuri Sepeda Motor Asal Jabung Ditembak Polisi

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Bandarlampung, Kompol Harto Agung Cahyono menunjukkan barang bukti satu set kunci letter T yang digunakan kedua tersangka untuk mencuri sepeda motor.
Bagikan/Suka/Tweet:

Zainal Asikin | Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Tim Khusus Antibandit (Tekab) 308 Polresta Bandarlampung meringkus dua pelaku pencuri sepeda motor asal Jabung, Lampung Timur di Jalan Ir. Sutami, Sukabumi, Bandarlampung, Rabu (3/1/2018) dinihari sekitar pukul 02.30 WIB.

Dari kedua pelaku, salah satu pelaku dihadiahi timah panas di kakinya karena berupaya melawan dan melarikan diri saat akan ditangkap.

Kedua pelaku curanmor yang ditangkap tersebut adalah bernama Hadiansyah (18) dan Hengki (18) pelajar SMA, keduanya warga Jabung, Lampung Timur.

“Kedua pelaku curanmor asal Jabung, Lampung Timur ini, kami tangkap di Jalan Ir. Sutami, Sukabumi, kurang lebih sekitar 12 jam usai beraksi melakukan pencurian sepeda motor. Salah satu pelaku, terpaksa dihadiahi timah panas,”ujar Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Bandarlampung, Kompol Harto Agung Cahyono, Rabu (3/1/2018).

Harto mengutarakan, penangkapan kedua tersangka, berawal dari laporan korban bernama Aditya yang kehilangan sepeda motornya saat diparkirkan di depan Ruko di Jalan Pangeran Antasari, pada Selasa (2/1/2018) sekitar pukul 14.30 WIB. Mendapat laporan tersebut, Tim Tekab 308 langsung bergerak cepat melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap pelaku.

Dalam penyelidikan, lanjut mantan Kapolsekta Tanjungkarang Barat ini, petugas mendapati kedua pelaku melintas di Jalan Ir. Sutami dengan mengendarai motor hasil curian Rabu dinihari sekitar pukul 02.30 WIB. Saat itu juga, petugas langsung menghadang dan menyergapnya.

“Saat akan ditangkap, tersangka Hadiansyah berupaya melawan petugas dan berusaha melarikan diri. Karena ada perlawanan aktif dari pelaku, petugas mengambil tindakan tegas dengan menembak kaki pelaku,”terangnya.

Dari penangkapan kedua tersangka, Kata Harto, petugas menyita barang bukti satu unit sepeda motor Honda Beat hasil curian dan satu set kunci letter T yang digunakan tersangka untuk mencuri motor dengan merusak kunci stang motor.

Harto mengungkapkan, saat beraksi, tersangka Hadiansyah dan Hengki selalu berganti peran (pemetik motor dan Joki). Bahkan, kedua pelaku tercatat sudah lima kali beraksi mencuri motor di beberapa TKP di wilayah Bandarlampung.

“Sasaran pencuriannya adalah sepeda motor yang diparkir di tempat sepi dan parkiran yang tidak dijaga petugas parkir. Motor hasil curian kemudian dijual tersangka ke daerah Jabung dengan harga bervariasi,antara Rp 2 juta hingga 3,5 juta,”ungkapnya.

Sementara tersangka Hadiansyah mengakui, dirinya sudah lima kali mencuri motor di wilayah Bandarlampung. Dua kali di Jalan Antasaridan tiga kalinya di daerah Sukarame.

Menurutnya, ia mampu memetik (mengambil) sepeda motor, hanya dalam waktu satu menit saja menggunakan kunci letter T.

“Ya hanya butuh satu menit saja saya mencuri motor pakai kunci letter T, motor hasil curian itu saya jual seharga Rp 2 juta hingga 3,5 juta. Uangnya sudah saya habiskan untuk poya-poya,” ungkapnya.

Hal senada juga dikatakan tersangka Hengki yang diketahui masih berstatus pelajar SMA di Lampung Timur.