Beranda Teras Berita Save The Childrens Mengisiniasi Lahirnya Bursa Kerja bagi Kalangan Nirketerampilan

Save The Childrens Mengisiniasi Lahirnya Bursa Kerja bagi Kalangan Nirketerampilan

22
BERBAGI

‎Hermansah/Teraslampung.com


Bandarlampung, teraslampung.com—Save The Children bersama Yayasan APIK Lampung menginisiasi lahirnya bursa kerja bagi  angkatan kerja yang berada dalam situasi rentan.‎Bursa Kerja akan diselenggarakan pada 19 Febuari 2014,mulai Pukul 08.00-15.00 di Balai Latihan Kerja Bandarlampung.‎

Manajer Program Save The Children,Renvi Liasari, mengungkapkan pihaknya bekerja sama dengam Dinas Tenaga Kerja Provinsi Lampung untuk menggelar program ini. Selain memperkenalkan bursa kerja, kegiatan juga akan diisi dengan pengenalan jenis-jenis keterampilan yang ada di UPTD Balai Latihan Kerja Bandar Lampung‎.

Renvi mengatakan kegiatan ini bertujuan, antara lain, sebagai ajang pertemuan antarpenerima manfaat Program Skills to Success untuk saling belajar dan berbagi pengalaman berkaitan dengan manfaat yang diperoleh dari program tersebut. Selain itu, juga memberikan informasi tentang peluang kerja yang ada di perusahaan kecil, menengah, besar, industri rumahan dari berbagai sektor kepada penerima manfaat Program Skills to Success dan masyarakat umum.

“Program ini diharapkan juga bisa menumbuhkan kepedulian pelbagai terkait, seperti pemerintah, masayarakat, dan swasta terhadap angkatan kerja muda yang berada dalam posisi rentan,” kata dia.

Menurut Renvi, yang termasuk angkatan kerja dalam posisi  rentan adalah mereka yang memiliki pendidikan rendah  dan tidak memiliki keterampilan (nirketerampilan) yang menunjang sesuai pekerjaan yang diinginkan.

Tingginya jumlah penganggur muda di Lampung menurut Rensi sangat berbahaya. Selain berpotensi memicu berbagai gejolak dan kerawanan sosial, jika tidak dikelola dengan baik maka kondisinya bisa makin membahayakan.

“Apalagi bila sebagian dari mereka adalah penganggur intelektual, yanh mereka yang baru lulus perguruan tinggi. Tanpa pekerjaan bisa membuat mereka terjun ke berbagai hal negatif yang membahayakan generasi muda dan masa depan bangsa,” kata Renvi. ‎

Menurut Renvi ‎ Bursa Kerja dan Open House diikuti 250 orang dan sekitar 20 perusahaan/unit bisnis. Sektor privat yang berpartisipasi dalam kegiatan ini adalah perusahaan yang bergerak di  bidang perhotelan, restoran, bengkel, penjahit, usaha las, dan rafting.