Beranda News Nasional SBY: “Kritik Pers Membuat Saya tidak Ceroboh”

SBY: “Kritik Pers Membuat Saya tidak Ceroboh”

38
BERBAGI
Presiden SBY didampingi Ketua PWI Pusat Margiono dan Ketua Dewan Pers Bagir Manan.

Bambang Satriaji/Teraslampung.com

BENGKULU–Puncak acara Hari Pers Nasional (HPN) di Bengkulu ditandai dengan pemberian penghargaan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Sahabat Pers. Penghargaan  dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat itu diberikan ketua PWI Pusat Margiono, di Benteng Marlborough, Bengkulu, Miggu (9/2).

Presiden SBY diberi penghargaan Sahabat Pers karena kepedulian Presiden SBY terhadap pers dan komunikasi yang baik dengan pers.

Usai menerima penghargaan tersebut, Presiden SBY mengucapkan terima kasih. Ia berjanji akan terus menjadi sahabat pers sampai kapan pun juga.

Ia juga mengucapkan terima kasih atas kritikan pers yang cenderung sering sinis dan kurang bersahabat. Semua kritikan tajam dan serangan tersebut, kata Presiden SBY, menjadikan keputusan dan kebijakan yang dia ambil tidak ceroboh.

“Tiada hari tanpa kritik dan kecaman. Tiada hari tanpa pergunjingan tentang saya dan keluarga saya. Dengan terus dikritik dan diserang justru saya bisa bertahan, saya tidak tergoda untuk menyalahgunakan kekuasaan yang saya miliki. Saya tidak ceroboh mengambil keputusan,” ujar Presiden SBY.

Seusai menyampaikan sambutannya, Presiden kemudian menandatangani prasasti sebagai tanda Peresmian Tugu Pers Bengkulu. Setelah itu, Presiden didampingi Ibu Negara Hj. Ani Bambang Yudhoyono langsung menuju tepi Pantai Panjang untuk menanam pohon Ketapang dan melepaskan Penyu. Lokasi penanaman pohon dan pelepasan penyu ini tidak terlalu jauh dari Benteng Marlborough dan Tugu Pers Bengkulu.

Dalam laporannya, Ketua Umum PWI Pusat selaku Penanggung Jawab Hari Pers Nasional Tahun 2014 Margiono mengatakan peringatan HPN kali ini terlihat istimewa karena bertepatan dengan tahun politik. Namun demikian, suasana peringatan HPN juga agak berduka karena bencana alam yang terjadi di beberapa wilayah tanah air. Terkait hal ini, masyarakat pers telah saling mengingatkan komponen masyarakat lainnya untuk terus membangkitkan optimisme dalam menghadapi bencana.

“Kami serukan kepada insan pers agar pemberitaan yang terkait bencana alam adalah pemberitaan yang informatif, yang menunjukkan resource atau sumber data yang bisa diakses oleh masyarakat yang terkena bencana,” kata Margiono. “Kami juga memberikan dana untuk membantu saudara-saudara yang terkena bencana,” tambahnya.

Usai menyampaikan laporannya, Margiono kemudian menyerahkan paket buku terbitan PWI Tahun 2014 kepada Presiden SBY. Pada kesempatan ini, juga dilakukan Deklarasi Hari Pers Nasional Tahun 2014 oleh Ketua Dewan Pers Bagir Manan. Selain penyerahan penghargaan Sahabat Pers kepada Presiden, penghargaan lain juga diberikan kepada Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin oleh Presiden Consideration of ASEAN Journalism (CAJ), Benny Antiporda.

Selain itu, diserahkan pula 5 jenis penghargaan kepada masyarakat pers Indonesia oleh Bagir Manan dan Margiono. Disamping itu, dilakukan pula penandatanganan sejumlah Nota Kesepahaman antara PWI dan beberapa instansi baik pemerintah maupun swasta.

HPN 2014 diikuti sejumlah tokoh pers dan wartawan nasional, pemilik perusahaan pers, para pimpinan organisasi pers dan para pemimpin organisasi kewartawanan. Hadir pula 50 wartawan dari negara sahabat yang esok dan lusa akan bertolak ke Palembang untuk melakukan workshop jurnalistik tingkat Asia.