Sebabkan Banjir, DPRD Minta Walikota Cabut Izin PT Putra Bali

  • Bagikan
Anggota Komisi III DPRD Bandarlampung, Ahmad Riza (berpeci), saat meninjau korban banjir di Kelurahan Waylaga, Sukabumi, Kota Bandarlampung, Minggu (28/12).

BANDARLAMPUNG, Teraslampung.com — DPRD Kota Bandarlampung merekomendasikan kepada Walikota Bandarlampung agar izin PT Putra Bali dicabut. Sebab, menurut sejumlah anggota Dewan, perusahaan tersebut terbukti mengeruk bukit dan menimbun lahan sehingga menyebabkan banjir. Imbauan Dewan tidak digubris perusahaan tersebut.

Ahmad Riza, anggota Komisi III DPRD Kota Bandarlampung yang baru saja meninjau lokasi banjir, menegaskan pihaknya segera mengadakan rapat internal komisi  guna membahas persoalan tersebut.

“PT Putra Bali harus memberikan kompensasi kepada puluhan kepala keluarga yang rumahnya terendam air dan lumpur,” kata Ahmad Riza, Mimggu (28/12). 

Menurut Riza, pihaknya segera mengagendakan memanggil kembali PT.Putra Bali terkait dengan penggerusan  bukit di Waylaga yang mengakibatkan banjir di Kampung Ganepo RT 10 Lingkungan 1,  Kelurahan Way Laga, Kecamatan Sukabumi, Bandarlampung  sejak Kamis (25/12) lalu.

“Banjir disebabkan pengerukan bukit dan penimbukan lahan oleh PT Putra Bali, Besok siang (29/12), warga yang mengalami musibah banjir akibat pengerukan itu akan datang ke DPRD. Kami akan  dengarkan apa yang menjadi keluhan mereka,” kata  Riza. (Baca:Bukit Dikeruk PT Putra Bali, Puluhan Rumah Warga Waylaga Terendam Banjir)

Riza mengatakan, PT Putra Bali juga akan dipanggil setelah para anggota Dewan bertemu dengan warga yang menjadi korban banjir. 

“Kami pastikan akan memanggil  perusahaan tersebut, Kmi tidak akan menoleransi  pengusaha yang tidak bertanggung jawab dan mengakibatkan kerugian terhadap masyarakat,” kata legislator dari Partai  Gerindra itu.

Hal serupa diungkapkan Sekretaris Komisi III Muchlas Ermanto Bastari. Menurut Muchlas, banjir tersebut akibat perusahaan tidak mengindahkan peringatan yang diberikan oleh komisi III beberapa waktu lalu,

“Komisi III telah memprediksi jika pengerukan terus menerus di lakukan oleh PT Putra Bali, tidak menutup kemungkinan akan menimbulkan bencana longsor dan banjir. Sekarang terbukti. Saat hearing beberapa waktu lalu,pernah kita minta agar putra bali memperhatikan dampak pengerukan terhadap lingkungan,nah buktinya sekarang terjadi,”ungkapnya.

Menurut  Muchlas, PT Putra Bali harus mengganti kerugian yang diderita warga. “Pengerukan yang dilakukan telah menghilangkan daerah resapan air sehingga lokasi tersebut tidak ada lagi daerah penahan air dan mengakibatkan air langsung mengalir ke pemukiman warga. Perusahaan harus ganti kerugian warga,kita dari dulu sudah minta agar dibuat saluran pembuangan,”tandasnya.

Muchlas menegaskan,pihaknya meminta pemerintah Kota Bandarlampung tidak mengeluarkan izin dalam bentuk apapun jika perusahaan tersebut tetap bersikeras tidak mengakomodir keinginan warga dan mengganti kerugian yang diakibatkan oleh pengerukan bukit  di Waylaga.

“Kami memintaPemkot mencabut izin perusahaan it. Jangan keluarkan izin dalam bentuk apa pun, sebelum kerugian warga di anti oleh Putra Bali,”katanya.

Riski

  • Bagikan