Sebanyak 15 Warga Aceh Dihukum Cambuk

  • Bagikan
Petugas PN Banda Aceh memegang cambuk. (Foto: atjehpost.co)

BANDA ACEH, Teraslampung.com –
Sebanyak 15 warga kabupaten Aceh Besar dan Kota Langsa dihukum cambuk karena tertangkap berjudi dan mesum, Jumat, 5 Desember 2014. Di Aceh Besar, proses hukuman cambuk untuk 7 pria yang terlibat pelanggaran qanun nomor 13 tahun 2003 tentang perjudian dilaksanakan usai salat Jumat di depan Masjid Al Munawarah, Jantho, disaksikan seratusan lebih jemaah. Dari tujuh terhukum cambuk, enam diantaranya berasal dari Kecamatan Kutabaro. Mereka ditangkap tengah bermain kartu. Dalam penangkapan tersebut polisi menyita uang taruhan senilai Rp225 ribu. 

Sedangkan satunya lagi berasal dari Kecamatan Darussalam. Mahkamah Syariyah Kabupaten Aceh Besar memvonis enam warga Kutabaro enam kali cambukan dan dikurangi satu kali karena telah menjalani hukuman kurungan selama satu bulan. Sementara satu lainnya dihukum sembilan kali.

“Dipotong masa tahanan sebulan yaitu satu kali. Sehingga dicambuk delapan kali,” kata Jaksa

Penuntut Umum Maulizar, SH. Sementara di Kota Langsa yang berjarak 400 kilometer dari pusat Provinsi Aceh, delapan orang yang terdiri dari 1 wanita dan 7 pria juga dieksekusi hukuman cambuk di panggung di lapangan Merdeka kota Langsa.

Kedelapan pelanggar qanun Provinsi Aceh tersebut dua diantaranya, SD dan NS terbukti bersalah melanggar pasal 4 Jo pasal 22 ayat (1) Qanun Provinsi Aceh N.A.D No 14 tahun 2003 tentang khalwat. “Dengan hukuman cambuk masing-masing sebanyak lima kali di depan umum” kata Kepala Dinas Syariat Islam Drs. Ibrahim Latif MM.

Sedangkan terpidana DD terbukti bersalah melanggar pasal 23 ayat (1) Jo Pasal 5 qanun Provinsi Aceh No. 13 tahun 2003 tentang maisir dicambuk sebanyak enam kali. Terpidana JN terbukti melanggar pasal 23 ayat (1) Jo Pasal 5 Qanun Aceh No 13 tahun 2003 tentang maisir dicambuk lima kali. Erna, 30 tahun, warga Langsa kepada Tempo berharap penegakan syariah tidak pandang bulu.

“Jangan yang memiliki jabatan tidak dicambuk dan kasusnya langsung tidak berlanjut, sementara masyarakat biasa dicambuk,” katanya. Ys, 28 tahun, perempuan yang tertangkap mesum pada Kamis 1 Mei 2014 lalu kemudian diperkosa 8 pemuda tetap dihukum cambuk.

Ys di vonis 8 kali cambukan Mahkamah Syariah. Namun eksekusi cambuk untuk perempuan anak dua itu ditunda karena sedang dalam kondisi hamil.

Sumber: tempo.co

  • Bagikan
You cannot copy content of this page