Beranda News Kesehatan Sebanyak 1,6 Juta Warga Lampung Masih Hidup dengan Sanitasi Buruk

Sebanyak 1,6 Juta Warga Lampung Masih Hidup dengan Sanitasi Buruk

333
BERBAGI
Koordinator Sanitasi Total Berbasis Masyarakat Stichting Nederlandse Vrijwilligers (STBM SNV) Lampung, Bambang Pujiatmoko.

TERASLAMPUNG.COM — Sebanyak 1,6 juta warga Lampung atau 20 persen dari total jumlah penduduk Lampung masih hidup dengan sanitasi buruk.  Mereka masih buang air besar (BAB) sembarangan sehingga rentan gangguan penyakit.

“Sementara sekitar 80 persen lainnya sudah mempunyai sanitasi jamban sehat,” kata Koordinator Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat Stichting Nederlandse Vrijwilligers (STBM SNV) Lampung, Bambang Pujiatmoko, dalam acara Orientasi Sanitasi untuk Media dan Blogger, di Hotel Inna Eight Bandarlampung, Selasa (17/5/2017).

Bambang mengatakan, sanitasi buruk atau BAB sembarangan dapat mengakibatkan penyakit diare yang berujung pada kematian. Bahkan, kata Bambang, berdasarkan hasil survei Lebels and Trends in Chipd Mortality, pada  2014 ada sekitar 370 balita meninggal di Indonesia karena diare setiap harinya .

“Oleh karena itu perlu digencarkan pola hidup sehat dengan jangan BAB sembarangan dan gerakan cuci tangan pakai sabun,” katanya.

Bambang mengatakan, pemerintah selama ini sudah membuat sanitasi dengan dana triliunan rupiah untuk mengatasi hal ini. Namun,  pola hidup atau kebiasaan masyarakat susah diubah.

“Massyarakat seharunya tidak BAB di sungai, membuang limbah cair, limbah rumah tangga dan industri, mencuci, dan mandi di sungai tercemar,” katanya.

Menurut Bambang, pemerintah selama ini hanya melakukan pendekatan infrastruktu.

“Sedangkan pendekatan terhadap perilaku masyarakat tidak ada,” tandasnya.

Mas Alina Arifin

Loading...