Beranda Seni Sastra Sebanyak 27 Buku Puisi Diluncurkan  di Temu Penyair 8 Negara di Banda...

Sebanyak 27 Buku Puisi Diluncurkan  di Temu Penyair 8 Negara di Banda Aceh

81
BERBAGI

TERASLAMPUNG.COM — Sebanyak 27 judul buku antologi puisi  penyair dari sejumlah negara akan diluncurkan pada acara malam Pembukaan Temu Penyair Internasional 8 negara (TP8N), Jumat 15 Juli 2016 di Anjong Mon Mata, Banda Aceh.

Salah satu agenda Temu Penyair 8 Negara yang dilaksanakan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh bekerja sama dengan Lapena (Intitute Culture & Society) Aceh, 15-18 Juli 2016 tersebut adalah launching buku puisi.

Menurut Koordinator Acara Helmi Hass, buku puisi penyair dari luar Indonesia yang sudah siap diluncurkan, yaitu dari Malaysia adalah kumpulan puisi  Prof Siti Zainon Ismail, dua judul buku (Puisi Putih Sang Kekasih dan Surat dari Awan) serta Rosmiaty Shaari (Daun Nan Bercinta).

“Dari Singapura, antologi puisi Anie Din (Bahtera Besar Siapa Punya) dan Korea Selatan, buku Prof Yang Seung Yoon (Spirit Budaya Korea).Keempat penyair luar ini sudah lama mendaftar diri untuk diluncurkan bukunya dalam pertemuan penyair  8 negara di Aceh,” kata Helmi Hass yang juga Direktur Eksekutif Lapena,” kata Helmi, belum lama ini.

Sedangkan dari Indonesia, lanjut Helmi, buku yang siap diluncurkan adalah antologi puisi Maman S Mahayana (Jejak Seol), Mahwi Air Tawar (Taneyan,  Ahmadun Yosi Herfanda (Dari Negeri Daun Gugur), Isbedy Stiawan ZS (Melipat Petang ke Dalam Kain Ibu).

Kemudian Fakhrunnas Jabar (Air Mata Musim Gugur), Ramayani Riance (Behrouz dan Pertunjukan Hujan), Dino Umahuk (Laut Maluku Lekuk Tubuhku), Arsyad Indradi (Puisi 1500 Haiku), Ibnu Mahyudi,  dua buku (Dari Negeri Ironi dan Setengah Perjalanan), Ika Mustika (Mustika 40 Puisi), Kunni Masrohanti (Perempuan Ibu), Sastri Bakri (Kebenaran Tanpa Rasa Takut) dan Rudi Fofid Dkk (Mata Ombak)

Sementara buku penyair Aceh, tambah Helmi, masing-masing antologi puisi D Kemalawati (Bayang Ibu), LK Ara (Kau Pergi), Fikar W Eda (Sepiring Mie Aceh, Secangkir Kopi Gayo, Bertalam Giok Nagan), Rosni Idham (Nyanyian Sukma).

Selanjutnya, antologi puisi Salman S Yoga (White Orchids Gayo Soil),  Larasati Sahara (Hujan di Atas Kertas), Mahdi Idris (Kidung Setangkai Sunyi), dan Teuku Ahmad Dadek Dkk (Jejak Jati Diri).

Menurut Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Drs Reza Pahlevi, M.Si, acara launching  27 judul buku antologi puisi ini, diperkirakan yang pertama di Indonesia bahkan di Asia.

“Mudah-mudahan peluncuran buku puisi 27 penyair di Temu Penyair 8 Negara ini, menjadi cacatan sejarah bagi Aceh dan Nusantara ,”katanya.

Isbedy Bawa 3 Judul Buku Puisi

Penyair Lampung Isbedy Stiawan ZS membenarkan akan meluncurkan buku puisi terbitan Siger Publisher (2016) bertajuk Melipat Petang ke Dalam Kain Ibu pada acara Temu Penyair 8 Negara di Aceh tersebut.

“Ya rencananya begitu, yang membahas adalah penyair Riau Fakhrunnas MA Jabbar. Dia sudah siap membentangkan hasil percakapannya dengan puisi-puisi saya,” kata Isbedy.

 

Isbedy juga menjelaskan, pada helat sastra tersebut ia akan membawa tiga judul buku puisi yang diterbitkan pada 2016, yakni Melipat Petang ke Dalam Kain Ibu, November Musim Dingin (Siger Publisher, 2016), dan Kita Hanya Pohon (Aura Publishing, 2016).

“Kedua judul buku puisi yang tidak dilaucing, hanya akan saya jual di sana,” imbuhnya.

Kehadiran penyair produktif asal Lampung itu ke Temu Penyair 8 Negara di Banda Aceh, sebagai bukti bahwa kesastraan di daerah ini masih mendapat tempat di tingkat nasional.

“Ya, saya bersyukur diundang dan bisa hadir pada kesempatan itu. Keberangkatan saya tak lepas bantuan dari berbagai pihak,”katanya.