Beranda News Internasional Sebanyak 44 WNI Dipulangkan dari Suriah

Sebanyak 44 WNI Dipulangkan dari Suriah

139
BERBAGI
ISIS di Suriah melakukan eksekusi massal (Foto: Islam Times)

JAKARTA, Teraslampung,com — Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Damaskus, Suriah, akhirnya  memulangkan kembali 44 warga negara Indonesia (WNI) dari Suriah ke Tanah Air, Jumat (26/6/2015). Pemulangan mereka perlu usaha yang alot sampah hak-hak mereka didapatkan.

Mengutip pernyataan Duta Besar RI untuk Suriah Djoko Harjanto,  Kementerian Luar Negeri Indonesia dalam siaran persnya menyebutkan pemulangan 44 perempuan tenaga kerja di Suriah itu dilakukan dengan biaya negara.

 Dalam rombongan warga yang dipulangkan kembali itu ada seorang perempuan bernama Lismawati binti Obing Sirod asal Sukabumi yang kehilangan kemampuan bicara akibat stroke.

Menurut Kemenlu RIm KBRI Damaskus juga akan memulangkan jenazah seorang perempuan tenaga kerja bernama Maryani binti Mamat Hambali asal Tangerang.

Sejak September 2011, terlebih dengan kondisi keamanan di Suriah yang semakin memburuk, pemerintah telah menangguhkan pengiriman tenaga kerja dan memulangkan kembali seluruh WNI di Suriah.

Djoko mengatakan sejak krisis melanda Suriah pada 2011 lalu, hingga 26 Juni 2015 KBRI Damaskus  telah memulangkan  7.756 WNI dari Suriah.

Menurut Djoko, untuk mendukung misi repatriasi, KBRI Damaskus memiliki membuka tiga kantor konsuler dan penampungan sementara di daerah Damaskus, Lattakia, dan Allepo.

“Selain itu, juga ada contact person dan pengacara lokal di daerah-daerah terssebut. KBRI Damaskus bertugas melindungi dan membantu para TKW mendapatkan hak-haknya dari majikan, mendampingi dalam permasalahan hukum, bahkan hingga menanggung biaya pengobatan, dan memulangkan,” tambanya.

Pelaksana Fungsi Konsuler II sekaligus Kepala Penampungan Sementara KBRI Damaskus, AM. Sidqi, menyatakan hingga Rabu (24/6) di penampungan Damaskus adat 100 tenaga kerja wanita yang sedang menunggu dipulangkan ke Tanah Air.

Menurut Sidqi, pemerintah Indonesia telah menetapkan bahwa TKW yang masuk setelah masa moratorium September 2011 ke Suriah merupakan korban tindak pidana perdagangan orang.

“Letak permasalahannya di Tanah Air. Jika tidak distop di hulu, maka kami di hilir akan ‘cuci piring’ tidak habis-habis,” ujar Sidqi.

Sebelumnya, media Ingggris, Daily Mail, melasnsir ada seorang WNI yang diekskusi ISIS di Suriah karena menyebarkan AIDS. Menurut Daily Mail, WNI tersebut diketahui mengidap AIDS setelah mendonorkan darahnya bagi warga lainnya yang tergabung dalam kelompok ISIS.Namun, kabar itu diklarifasi Kemenlu RI sebagai “tidak bisa diklarifikasi”.

“Berita terkait adanya WNI yang dieksekusi mati ISIS, kami ingin sampaikan bahwa berita tersebut sudah coba kami konfirmasi ke KBRI di Damaskus dan KBRI di Ankara, tetapi berita itu tidak bisa diverifikasi,” kata Juru Bicara Kemlu Arrmanatha Nasir di Jakarta, Kamis (25/6/2015).

Menurut Arrmanatha, pihak Kemlu telah berusaha mencari tahu kebenaran informasi tersebut dengan menghubungi penulis berita di media asing itu.

“Kami juga mencoba konfirmasi ke penulis awal berita itu, tetapi tidak dapat diklarifikasi mengenai nama dan kapan kejadian itu terjadi. Jadi, kami belum bisa mengklarifikasi hal tersebut,” ujar dia.

Dia menyebutkan, dari hasil komunikasi yang dilakukan dengan penulis pertama berita itu, diketahui bahwa kabar mengenai WNI yang dieksekusi oleh ISIS berasal dari aktivis yang mengaku berada di lokasi kejadian.

Dewira

Loading...