Sebanyak 59.838 Ribu Bayi di Lamteng Kurang Gizi, Pemerintah Pusat akan Intervensi

  • Bagikan
Ketua TP PKK Lampung Aprilani Yustin Ficardo melakukan sosialisasi bahaya stunting di Lampung Tengah., Minggu (11/2/2018).

TERASLAMPUNG.COM — Kabupaten Lampung Tengah menyimpan potensi anak kerdil akibat banyaknya bayi yang kurang gizi (stunting). Pemerintah pusat kini memberikan perhatian khusus kepada Kabupaten Lampung Tengah dan 99 kabupaten/kota lain yang dilanda kasus stunting.

Data yang didapatkan Teraslampung.com dari Kementerian Kesehatan (Agustus 2017) menyebutkan, kasus stunting di Lampung Tengah termasuk yang akan mendapatkan intervensi dari pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan. Lampung Tengah termasuk salah satu dari 100 daerah di Indonesia yang kasus stuntingnya akan diintervernsi pemerintah pusat.

Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu cukup lama, akibat pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. Stunting terjadi mulai janin masih dalam kandungan dan baru tampak saat anak berusia dua tahun.

Data  Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemenko PMK RI), tahun 2016 yang dirilis pada 2017, jumlah penderita stunting di Kabupaten Lamteng mencapai 59.838 ribu jiwa.

BACA: Yang Perlu Anda Ketahui tentang Balita Gagal Tumbuh atau “Stunting”

Faktor utama yang menyebabkan tingginya jumlah penderita stunting/anak tidak tumbuh dengan normal, atau gizi buruk dan berpotensi menjadi bertubuh kerdil, adalah masalah ekonomi.

Banyaknya warga daerah tersebut yang memiliki tingkat perekonomian rendah, menyebabkan ketidakmampuan orang tua untuk mencukupi kebutuhan pangan dan kurangnya asupan gizi ibu hamil dan anak balita di keluarganya.

Data Kemenko PMK RI menyebutkan, jumlah penduduk miskin di Kabupaten Lampung Tengah mencapai 165.67 ribu jiwa. Banyaknya bayi stunting dan tingginya angka kemiskinan di Lampung Tengah kini menjadi perhatian pemerintah pusat dan Pemprov Lampung.

TL/BBS

  • Bagikan
You cannot copy content of this page