Beranda News Pusiban Sebanyak 873.171 Kartu Indonesia Sehat akan Dibagikan di Lampung

Sebanyak 873.171 Kartu Indonesia Sehat akan Dibagikan di Lampung

148
BERBAGI
Pertemuan Forum Kemitraan, Komunikasi dan Koordinasi Pemangku Kepentingan Utama BPJS Kesehatan Provinsi Lampung di Gedung Pusiban Kantor Gubernur, Kamis (8/10/2015).

TERASLAMPUNG.COM–Sebanyak 873.171 Kartu Indonesia Sehat (KIS) akan didistribusikan kepada masyarakat Lampung hingga Desember mendatang. Hal itu diungkapkan Sekda Provinsi Lampung Arinal Djunaidi dalam Pertemuan Forum Kemitraan, Komunikasi dan Koordinasi Pemangku Kepentingan Utama BPJS Kesehatan Provinsi Lampung di Gedung Pusiban Kantor Gubernur, Kamis (8/10/2015).

KIS akan didistribusikan di 15 Kabupaten/Kota se- Provinsi Lampung.  Di antaranya Bandarlampung sebanyak 40.851 KIS, Tanggamus sebanyak 58.414, Lampung Selatan sebanyak 114.625, Pesawaran sebanyak 44.058, Pringsewu sebanyak 26.960, Metro sebanyak 2.950, Lampung Tengah sebanyak 129.797, Lampung Timur sebanyak 92.195, Tulang Bawang sebanyak 49.911, Tulang Bawang Barat sebanyak 51.288, Mesuji sebanyak 25.568, Lampung Utara sebanyak 105.436, Lampung Barat sebanyak 79.275, Way Kanan sebanyak 24.756, dan Pesisir Barat sebanyak 27.087.

Kepala Divisi Regional XIII BPJS Kesehatan Mira Anggraini mengungkapkan hingga 30 september 2015, sebanyak 177.787 KIS telah dibagikan kepada seluruh masyarakat di Provinsi Lampung.

“BPJS Provinsi Lampung sudah berkoordinasi dengan Kabupaten/Kota sesuai dengan leading sektornya dan perlu dukungan Pemda dalam distribusi KIS sampai kepada peserta ditingkat kelurahan”, jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama Asisten Bidang Kesra Elya Muchtar menjelaskan,  mengacu pada SE Gubernur Lampung No.045.2/4384/06/2014 Tentang Pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan, pada point 6 Gubernur mewajibkan kepada para Bupati/Walikota se-Provinsi Lampung pada saat mengajukan/perpanjang perizinan kegiatan usaha wajib melampirkan bukti kepesertaan program jaminan sosial dari BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan.

“Hingga saat ini sebanyak 2.393 badan usaha yang telah bergabung dalam kepesertaan BPJS, sedangkan 3.375 lainnya belum terdaftar. Kewajiban mendaftar hingga 1 Januari 2016”, tambahnya.