Sebarkan Hoax tentang Mantan Presiden Megawati, Guru di Way Kanan Ditangkap Polisi

Foto: Pelaku penyebar berita hoax soal Megawati meminta pemerintah menghentikan adzan, Sandi, ditangkap polisi. (Foto: Istimewa via detik.com)
Foto: Pelaku penyebar berita hoax soal Megawati meminta pemerintah menghentikan adzan, Sandi, ditangkap polisi. (Foto: Istimewa via detik.com)
Bagikan/Suka/Tweet:

TERASLAMPUNG.COM — Direktorat Tindak Pidana Siber Badan Reserse Kriminal Kepolisian RI, Kamis (22/2/2018), menangkap Sandi Ferdian, guru di Kabupaten Way Kanan, karena penyebar berita bohong atau hoax bermuatan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) melalui grup percakapan WhatsApp dan media sosial dengan mencatut nama presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri.

Warga Jl.K.S. Tubun itu langdung ditetapkan sebagai tersangka.

“Tersangka adalah pemilik akun Facebook bernama Sandi Sikumbang. Tersangka berprofesi sebagai guru. Hasil pemeriksaan awal, di dalam ponsel terdapat akun FB asli atas nama Sandi Sikumbang, yang posting berita hoax,” kata Kepala Subdirektorat 1 Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Komisaris Besar Irwan Anwar saat dikonfirmasi, Kamis, 22 Februari 2018.

Menurut Irwan, dalam postingan hoax di medsos tersangka Sandi Ferdian berupa gambar Megawati dengan tulisan “Megawati minta pemerintah tiadakan Adzan di Mesjid, karena suaranya berisik,” dan “Selamatkan anggota kami. Anggota PKI adalah anggota paling suci sedangkan islam itu sesat”.

Polisi menyita ponsel merek Evercross B74 warna hitam abu-abu, satu SIM card, dan salinan resi kartu tanda penduduk (KTP).

Akibat hoax tentang Megawati itu, Sandi disangka melanggar Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik serta Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis.

Berdasarkan data Teraslampung.com, hoax yang serupa dengan yang disebarkan Fandi Ferdian lumayan banyak di grup-grup Facebook. Ada beberapa pengelola grup yang membiarkan begitu saja postinan hoax dan penyulut kebencian menghiasi grup mereka.

TL/tempo.co/detik.com